Saturday, February 7, 2015

Review Pemulihan Jiwa


Sebelum masuk ke Review buku ini, cerita sedikit karena ketika aku membuka buku yang di karang oleh Dedy Susanto ada lembaran yang indah. Lembaran ini dituliskan oleh seseorang. Isinya adalah ucapan selamat ulang tahun. Ya, buku ini adalah kado darinya yang masih keluarga intiku. Terima kasih untuk kado terindahnya.

Oke kita masuk ke review buku Pemulihan Jiwa. Review akan dimulai bahwa sebenarnya tidak ada masalah di luar diri, cobalah untuk mengejar mengerti dalam hidup ini karena dengan adanya pengertian akan memudahkan hidup.

Terus apakah ukuran yang sebenarnya bahwa sedih yang manusia alami adalah sedih yang pantas dirasakan? Itu adalah persepsi, perasaan dan nuansa jiwa yang dimainkan.

Bahagia semakin tidak mudah dirasa ketika manusia bertambah tahu bukan mengerti. Kondisi jiwa yang mengerti bisa mempertahankan bahagia.

Lalu bagaimanakah caranya menjadi diri yang mengerti? Yakni dengan belajar dari kehidupan. Setiap kali disakiti itu adalah ajang terbaik  untuk bertambah mengerti sehingga hidup benar-benar enteng karena adanya kebijaksanaan yang menjadikan kemudahan dalam hidup.

Ada kasus dimana hari ini, Anda kesal karena pasangan tiba-tiba membuat marah. Kalau Anda tidak melakukan yang namanya proses mengerti, maka Anda akan langsung melabraknya. Namun, kalau mengerti maka akan mencari tahu mengapa dia bertindak begitu.

Atau saat Anda sedang sakit serius, Anda sebagai manusia pasti takut. Namun, apabila Anda sanggup mengerti bahwa tidak ada satu hal yang terjadi tanpa seizin Tuhan sehingga apa yang sedang atau sudah terjadi memang harus terjadi. Hal ini bisa sangat diperlukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan tasa sakit. 

Anda mampu menerima kenyataan adalah wujud dari salah satu indikator pengertian. Selain itu, mengerti adalah ketika Anda menganggap dirimu berharga karena ketika itu terjadi maka :
  • Anda akan selalu mencintai diri sendiri dengan anggap diri penting
  • menggunakan waktu yang ada untuk hal terbaik dan berdampak positif bagi masa depan
  • memosisikan diri bahwa lebih penting, lebih tinggi, dan lebih besar darupada semua persoalan yang ada (ini bukan wujud sombong karena orang sombong itu bukan merasa dirinya penting tapi dia merasa dirinya lebih tinggi dari orang)
  • mengganggap diri sederajat dengan orang sehingga tidak merasa diri lebih rendah dari orang
  • berpikir dan meyakini cita-cita dan tujuan yang besar
  • akan melakukan dialog kemuliaan diri (saat itulah Anda akan sadar akan kemuliaan, kesia-siaan dan memilih yang terbaik)

Setelah menegrti, beranjaklah menjadi dewasa dengan cara
  1. berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak dan memasukkan sesuatu ke dalam hati dengan mencerna daru dalam ke luar, 
  2. tidak membalas ketika difitnah dan berpikir "Ah, orangnya memang begitu, mungkin dia lagi banyak masalah. Mungkin dengan orang lain juga begitu, saya juga pernah salah", 
  3. mengerti rasa saki memang harus ada karena tujuan pendewasaan, 
  4. tidak menyita waktu dengan rasa bersalah dan menyalahkan orang lain, 
  5. memaafkan, 
  6. sanggup menerima kenyataan, menyugesti diri, menyadari secara fundamental apapun yang terjadi memang harus terjadi karena ada tujuan mulia disana, 
  7. memaknai kekecewaan dengan membatasi diri merasakannya saja dan mengerti landasan orang itu melakukan hal yang mengecewakan, 
  8. berlatih bersyukur, 
  9. berpikir penolakan bukan sesuatu yang patut untuk menyalahkan orang tapi penolakan adalah untuk membentuk mindset yang benar dan matang, 
  10. menerima kritik disertai dengan ucapan berterima kasih kepada pengkritik, mengucapkan terima kasih kepada yang menghina diri Anda karena itu adalah proses untuk matang dan sukses.



Untuk itu dibutuhkan pemulihan jiwa dengan cara 
  1. mengenali hukum energi jiwa dimana energi negatif akan menarik energi negatif tepat seperti hukum energi metafisika, 
  2. melakukan terapi jiwa dengan menguasai perasaan (ini bisa untuk mengatasi Fobia tikus, trauma pendidikan, takur berbicara di depan umum, menunda pekerjaan, mental block, sakit hati yang detailnya ada di dalam buku Pemulihan Jiwa), 
  3. mengecek kembali nuansa jiwa Anda, 
  4. merasakan kejenuhan jiwa karena dengan itu Anda justru terpicu untuk mendapat yang lebih baik dan tertantang, 
  5. memproteksi jiwa (hal ini perlu karena ada 2 gerbang yakni mata dan telinga yang mungkin jarang disadari dan jarang dijaga) misalnya adalah tidak mau mendengar ketika ada yang mengeluh di depan dengan berusaha menghindari dari orang yang suka mengomel dan masih kedengaran di tempat yang sudah jauh sehingga akhirnya masuk ke hati. Orang yang jiwanya paling bersih, paling sabar, paling bijak kalau terus berada di komunitas tukang pencemooh, tukang mengeluh, tukang berpikir negatif semakin lama akan berpengaruh ke dalam dirinya meskipun dia tidak mengizinkannya masuk,
  6. melakukan terapi syukur,
  7. mengasihani kejahatan,
  8. mengukur umur biologis yang dilawankan dengan umur jiwa (umur tua tapi bila Anda adalah orang yang ikhlas dan tulus maka secara jiwa Anda tergolong muda, namun bila hatinya penuh dengan tekanan dan kecewa maka jiwanya sangat kotor dan tua),
  9. mengenali apa itu perasaan dan pikiran, Perasaan adalah bicara kemauan, masalah rasa, mengganggap diri paling benar, berkata "Enggak, logikanya dia yang salah", ngebet meraih sesuatu/bernafsu, emosi, Pikiran adalah kumpulan dari logika, cara menganalisis, semua hal yang diketahui, smeua hal yang pernah dicerna, semua hal yang pernah didiagnosis. 
  10. menghapus amarah,
  11. memanajemen pikiran,
  12. mengatasi persoalan kejiwaan dengan bijak yang akhirnya memengaruhi tubuh misalnya masalah penyakit psikosomatis (Psikosomatis adalah bentuk konversi gejolak jiwa terhdap tubuh karena adanya hubungan antara jiwa dan tubuh),
  13. mengubah mindset mengenai sukses misalnya dengan berkata "takdir memang tidak bisa dirubah tetapi nasib sangat bisa dirubah",
  14. mengerti makna suskes dengan baik,
  15. berhenti menggantungkan pada sesuatu di luar, tidak menggantungkan harapan pada orang yang tidak selesai dengan dirinya sendiri, maksud dari tidak selesai dengan dirinya sendiri disini adalah tidak bisa menyelesaikan masalahnya dan mengatasi dirinya sendiri. Seringkali tidak disadari di hati ada perkataan "Saya baru bahagia bila dia bersikap seperti yang saya harapkan" atau perkataan "Saya bahagia jika...." yang merupakan syarat yang tidak disadari diciptakan oleh diri atau orang,
  16. jadilah sedikit lebih sadar dan makin lama makin sadar maka makin tidak sakit,
  17. menyadari bahwa penguat jiwa telah Tuhan sediakan dalam hati dan itu ada,
  18. menyadari memiliki potensi besar, merasa layak mendapatkannya, dan meyakini benar-benar akan mendapatkannya,
  19. menganggap bahagia bukanlah sebagai tujuan dari kehidupan tetapi itu adalah sebuah metode hidup,
  20. membahas sesuatu boleh seekstrim apapun tapi jangan membahas orangnya karena setiap orang mempunyai kelemahan,
  21. janganlah menyiksa alam bawah sadar dengan sabar yang dipaksakan karena akan menimbulkan timbunan emosi negatif yang siap untuk meledak.

No comments:

Post a Comment

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...