Thursday, February 12, 2015

Review Kado Ingat Mati

Review ini diikutsertakan pada lebih dari satu reading challange, dimana salah satu informasinya bisa dibaca di http://yukmembacabukuislami.blogspot.com/2014/12/islamic-reading-challenge-isrc-2015.html.

Kematian adalah guru kehidupan yang terbaik, namun hati yang terlalu mati tidak akan menganggapnya sebagai sebuah pelajaran.

Kematian akan menjadi tidak mampu mengajarkan karena hanya menjadi suatu hal yang biasa karena mungkin karena terlalu sering melihat kematian, terlalu sering melihat iring-orongan kematian, tidak pernah berpikir bahwa kita juga bisa mati.

Rasulullah pernah memberitahu bahwa akan adatang satu hal yang mengakhiri kenikmatan dan menghancurkan kesenangan yakni kematian.

Setelah hidup yang dalam tahap menanti giliran untuk mati karena setelah itu masih ada kehidupan yang sesungguhnya yang nantinya akan sangat panjang untuk kita lalui dan abadi.

Ada yang menanti giliran sambil pergi belajar, bekerja, berdagang, mengobrol, bermain, berjalan-jalan, membangun rumah, membangun usaha, mengaji, beribadah dan lain sebagainya yang kegiatan tersebut bersifat kebaikan. 

Namun ada juga yang menanti sambil memilih jalan yang kurang baik dimana seseorang asyik dengan permainan dunia tanpa teringat akan kematian di depan mata dengan senantiasa mempersembahkan energi gerak dan pikiran untuk dunia yakni kekayaan, popularitas, jabatan, kekuasaan, memilih jalan bertikai, memperebutkan harta atau kekuasaan, dan semua hal yang bersifat materi.

Kalau Anda yakin, kenapa tidak mempersiapkan diri? Ingatlah perkara kematian bukan sakit atau sehat, tua atau muda, kaya atau miskin, mulia atau hina, atasan atau bawahan namun perkara kematian adalah perkara siapa yang sudah sampai pada ajalnya.

Perlu diketahui bahwa akan mati adalah sesuatu yang penting dan ada hal yang lebih penting lagi yakni mempersiapkan diri untuk menyambut kematian. Cara untuk mempersiapkan dirinya adalah dengan tidak berhenti memohon taufik dan hidayah dari Tuhan supaya mendapatkan pemahaman dan pengetahuan yang berlanjut ke tahap adanya keinginan dan kesanggupan untuk memperbaiki diri menjadi orang yang siap dalam menunggu kematian; ingat bahwa apabila Anda melakukan kebohongan, dibohongi maka suatu hari akan terkuak namun dengan catatan bahwa Anda memasrahkan segala hal kepadaNya, perbanyak amal kebaikan karena ia akan berwujud dan bertarung di dunia dan di akhirat, mulailah menjauhi dosa, mengetahui masuk ke dalam barisan manakah Anda ketika nanti dari kubur digiring menuju Padang Mahsyar, beramal saleh, memiliki ilmu yang bermanfaat, mendoakan orang tuanya, menyadari bahwa di balik kegagalan, kesusahan dan permasalahan dan penyebab dari kesalahan dan kelalaian kita.

Kekurangan dari buku ini adalah banyak bab yang tidak berkaitan karena pada awal sampai akhir saat membuka dan membaca buku saya sempat kebingungan karena mana ini Kado ingat matinya? Mohon maaf bila kurang berkenan.

Kelebihan dari buku ini adalah ada candaan, kisah Luqman, ada bahasa gaul, per bab isi halamannya sedikit, didukung oleh dalil yang relevan.

Sekian review saya mengenai




2 comments:

  1. Terima kasih untuk reviewnya, mba.... :)
    saya ingin sekali membaca buku ini tapi belum punya bukunya, hehe... dan rasa penasaran akan buku ini sedikit terobati setelah membaca review mba diatas :)

    ReplyDelete

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...