Saturday, March 7, 2015

Review Zero to Hero

Alhamdulillah, aku senang sekali rasanya setelah mendapat mention



dan membaca link http://yukmembacabukuislami.blogspot.com/2015/03/pengumuman-pemenang-februari-isrc15-dan.html kalau ternyata menang nge review untuk bulan lalu, bulan Februari. 

Dan hari ini tepatnya pada siang hari, aku sudah mendapatkan paketnya yeay!


maaf ya ada yang saya hilangkan/edit, bukunya tu ini


alasan aku memilih buku ini adalah karena sedang mengalami kepenatan, kemalasan, yang terus dilawan dan juga aku yang memiliki keterbatasan kok sebagai manusia biasa.  

Namun ini adalah hal yang biasa dialami oleh setiap orang. 

Selain itu, alasan lain memilih buku ini karena teringat akan kata saudariku yang tuna netra saat dulu pernah menulis di Kartunet mengenai kisah si 0, nah ia berkata kepadaku "Zero to hero". Ternyata ini adalah sebuah buku motivasi ya?

kerenlah....sekarang aku review ya bukunya

Buku ini 
memiliki identitas dengan

Judul : Zero to hero
Penulis : Solikhin Abu Izzudin
ISBN : 979-25-1922-X
Penerbit : Pro-U Media
Jumlah Halaman : 297

Isi :

Buku ini diawali dengan bab Episode luar biasa! Sebuah pengantar. Dalam episode ini, ada kisah mengenai seorang anak yang bernama Muhammad Idris Asy Syafi’I yang lebih dikenal dengan Imam Syafi’I dan kisah Abu Bakar Al Misky.

Imam Syafi’I pada usia 9 tahun sudah hafal Al Qur’an, usia 10 sudah menghapal isi kitab Al Muwatha; karya Imam Malik yang berisi 1.720 hadist pilihan dengan sempurna dan pada usia 15 ia sudah menjadi mufti (hakim agung di Kota Makkah), mumpuni dalam bidang bahasa dan sastra Arab, hebat mmebuat syair, jago qira’at, diakui memiliki pengetahuan yang luas mengenai adat istiadat Arab yang asli.

Abu Bakar Al Misky adalah seroang anak muda yang tubuhnya selalu wangi seharum minyak miski yang berawal dari adanya seorang wanita yang memperdayainya dengan memasukannya ke dalam rumahnya lalu mengunci pintu, merayu dan menjerumuskannya.

Dan saat ia (Abu Bakar Al Misky) bingung dan tertekan dengan tipu dayanya, ia memilih ke toilet dengan diantar oleh pembantunya dan melumuri badannya dengan kotoran dan kembali ke wanita tersebut sehingga membuatnya diusir, setelah itu ia pergi, membersihkan diri, pada malam harinya bermimpi melihat seseorang berkata “Engkau telah melakukan apa yang belum pernah dilakukan seseorang selainmu. Sungguh aku menjadikan baumu wangi di dunia dan akhirat”. Semenjak itu, badannya wangi.

Kemudian, masuklah ke bab selanjutnya, demi masa. Sebelum masuk aku teringat lagu nasyid dan saat membuka, aha ada liriknya. Masa adalah waktu.

Kita dapat melejitkan potensi biasa dengan prestasi yang luar biasa dengan kunci memberdayakan waktu, memberdayakan diri, memberdayakan sarana, menemukan momentum, melahirkan ide, kerja dengan benar untuk menghasilkan karya besar.

Kita sebagai orang biasa, banyak keterbatasan, kekurangan, kelemahan, kegagalan, kemalasan, dan sebagainya. Cobalah untuk mengubah paradigm, cara pandang, janganlah menyalahkan keadaan tapi buatlah keadaan, bicaralah dengan kerja, hiduplah ceria dengan kreativitas, cerdaskan jiwa agar bahagia.

Kuncinya adalah kreativitas, berpikir di luar ruang, mendobrak kebekuan. Inti dari kreativitas dan inovasi adalah yakin dan berusaha menemukan cara-cara baru yang lebih baik untuk mengerjakan apapun.

Ada bab yang menggelitikku hihihi
Bab mengenai popularitas bukan jaminan. yap, popularitas seseorang belum tentu berbanding lurus dengan kesuksesan dan kebahagiaan. Banyak cara mencari sensasi dengan cara yang kurang terpuju, banyak yang bunuh diri karena terpenjara oleh pujian, banyak orang popular mati menegnaskan terpenjara oleh popularitasnya seperti misalnya tragedy Lady Diana bersama Doddy El Fayed, Nike Ardilla.

Prestasi hakiki bukanlah harta yang melimpah, bukan kedudukan yang tinggi, jabatan yang mentereng, kekuasaan yang besar, atau berbagai atribut duniawi lainnya.

Bisa jadi, prestasi tidak dikenal orang tidak ada sanjungan, pujian apalagi karangan bunga. Kita bahkan tidak menyadari itu sebagai prestasi apabila dilakukan dengan tulus hati.

“Bangsa yang besar adalah yang bisa menghargai para pahlawannya” slogan orang Indonesia. Orang yang cerdas dan sensitif akan mampu berempati dan menghargai terjadap nilai prestasi.
Lalu kita ke bab inilah prestasi mereka

Ada 5 tanda kebahagiaan dan keberuntungan hidup seorang mukmin
  1. Setiap ilmunya bertamah bertambah tawadlu dan kasih sayangnya
  2. Setiap amalnya bertambah, bertambah rasa takut dan kehati-hatiannya
  3. Setiap umurnya bertambah, berkurang ketamakan dan kerakusannya
  4. Setiap hartanya bertambah, bertambah dermawan dan pengorbanannya
  5. Setiap kedudukannya bertambah, bertambah dekat kepada sesama manusia, memenuhi kebutuhan mereka dan rendah hati kepada manusia


Oke, kita ke bab selanjutnya merekapun pernah gagal.

Ada 9 hakikat kegagalan yakni
  1. Orang yang takut melangkah karena takut salah
  2. Orang yang tidak mengakui kekalahan dan kekalahan
  3. Orang yang menyalahkan orang lain, tidak mengoreksi diri
  4. Orang yang gagal merencanakan
  5. Orang yang gagal membangun hubugan jangka panjang dalam keluarga yang akan merembet ke kegagalan hubungan lainnya
  6. Melangkah setengah hati, tidak jalas apa yang dicarinya
  7. Terpasung oleh mitos yang mengahalangi langkah
  8. Manja, tidak mau melangkah, tidak berani mengambil risiko, duduk manis menunggu durian runtuh
  9. Orang yang berpikir negatif, bertindak pasif, mengalah pada keadaan, gamang  melangkah, suka mencari alasan


ada dua kisah yang menginspirasi.

Kisah pertama adalah Helen Killer, doktor yang buta, tuli dan bisu.

Dahulu, ia tumbuh dewasa dalam kondisi bisu, buta dan tuli. Kemudian ada seorang yang mengajari secara terus menerus dengan mengandalkan perabaan dan menempelkan di mulutnya. Akhirnya, dia bisa menjadi seorang doktor dan sering memberikan ceramah keliling di berbagai tempat di dunia. Selain itu, ada kabar bahwa Helen Killer berkuliah di Oxford.

Kisah kedua adalah seorang supir dan Albert Einstein yang terjadi saat ia hamper menghancurkan reputasinya karena saat itu dia saki keras tapi harus presentasi teorinya yang baru. Dalam perjalanan. Kepalanya pusing dan tenggorokannya tersumbat karena tadang dan kelelahan.

Ia menyampaikannya kepada supirnya dan supirnya merespon “Saya akan menyelamatkan Anda dari kesulitan ini” dan “Wahai professor, saya telah menghadiri ceramah anda seputar relativitas ini lebih dari 20x sampai saya telah menghafalnya dan bisa menyampaikannya. Dan di kota ini tidak ada seorangpun yang mengenali Anda”.

Mereka bertukar posisi dan sang supir melakukan ceramahnya dengan baik. saking gembiranya, Einstein yang sedang duduk di barisan pertama merasakan kelelahannya hilang sama sekali. Namun, terjadilah hal yag tidak diharapkan karena muncul pertanyaan yang mustahil dijawab.

Ia menjawab yang bisa, hingga kahirnya berkata dengan penuh keyakinan dan percaya diri “Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya tidak mampu menyampaikan makna ini kepada Anda sekalian. Saya mengira bahwa diri saya telah menyampaikan makna ini dengan baik, sehingga saya yakin bahwa sopir pribadi saya akan mampu menjawab pertanyaan ini hanya dengan mendengarkan ceramah saya” sambil memberi isyarat ke Einstein untuk naik ke panggung seraya berkata “Apakah kalian tidak percaya pada ucapan saya? Kalau begitu pengalaman adalah sebaik-baik bukti. Silahkan wahai professor Anda menjawab pertanyaan ini”

Perkataannya menyentuhku dan penulis, “Pengalaman adalah sebaik-baik bukti”.

terus ke bab selanjutnya mengapa kita sering kehilangan momentum?

Kita sering kehilangan momentum karena
  1. kurang sensitif pada kebaikan
  2. tidak mempunyai ilmu
  3. karena Allah menunda kesuksesan kita
  4. tidak proaktif
  5. tipe dalam memaknai momentum

manusia dalam memaknai momentum pendakian prestasi ada beberapa tipe yakni
·         tipe Quitters
tergesa-gesa, mudah menyerah, ingin cepat sampai, mudah bertekuk lutut, senang patah arang, tidak berani mengambil risiko, mundur ketika ditawarkan sebuah tantangan dengan teratur mundur mecari langkah 1.000, didominasi pikiran negatif.
·         tipe Campers
mengakhiri pendakian dan memilih berhenti, beristirahat dengan mendirikan tenda di tempat yang datar menikmati kesuksesan, puas dengan yang diperoleh, mengambil jalan selamat dan tidak tertantang mengambil peluang dan risiko yang lebih besar.
·         tipe Climbers
pejuang yang siap mengambil apapun risiko yang ditemui, hidup baginya adalah sebuah arena mengubah tantangan menjadi peluang, mengubah hambatan menjadi kesuksesan, mengubah kesulitan menjadi kemungkinan-kemungkinan, mengambil risiko dengan sepenuh konsekuensi dan keberanian.

Kita akan terjun ke bab bercita-citalah.

Ada filosofi cita-cita

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa keluhuran cita-cita adalah bagian dari keimanan.
Begitu banyak dan begitu penting untuk menjadi besar dengan cita-cita besar, tapi jangan sekali-kali merasa besar. Karena merasa besar akan menumbuhkan penyakit jiwa, menyebabkan sengsara dan pembawa derita.

Ciri-ciri pribadi yang unggul adalah yang memiliki empat hal yakni

  1. orang yang memiliki cita-cita yang menggelora
  2. mereka yang memiliki jiwa yang membara
  3. mereka yang selalu berusaha dengan giat
  4. mereka yang memiliki kesiapan yang terus menerus

fokuskan diri untuk meraih cita

kuncinya adalah dengan selalu bersyukur sehingga selalu fokus pada apa yang dimiliki, menikmati yang ada bukan meratapi apa yang tiada atau hilang.

Orang buta bila ia bersyukur, ternyata ia bisa menghafal Al Qur’an karena matanya tidak sempat banyak melakukan maksiat. Dengan modal itu, ia bisa banyak lebih fokus dengan banyak menggunakannya untuk lebih banyak seperti Abdullah Ibnu Ummi Maknum, juga seperti Ismail Prawirakusuma yang merupakan seorang mahasiswa tunanetra yang berprestasi hafizh Qur’an.

“Satu hal yang amat saya syukuri, saya bisa hafizh Qur’an. Semua berawal dari keinginan mengobati kesedihan. Sewaktu  terus menerus diam diam dalam rumah tak lama setelah kebutaan, saya sering menghafal Al Qur’an. Lantas sewaktu ke Cirebon, saya menghafal sampai 5 juz. Setelah itu seorang teman menghadiahi kaset 30 juz. Saya belajar dengan cara mendengarkan. Kalau ada kalimat yang sulit barulah saya membaca Al Qur’an Braile. Saat menjadi guru TPA saya berlatih dengan sesama guru TPA. Alhamdulillah, akhirnya selesai 30 juz, walau tidak selancar orang yang dibimbing khusus.” (Tarbawi dalam izzudin, 2006).

Sekian review dariku.


Kelebihan : 
  1. Banyak bab-bab menarik lainnya. Termasuk zero dan be hero dengan cara yang benar, memiliki visi dan misi, dan lain lain.
  2. kisah inspiratif

Kekurangan :
  • habis terima kasih buat di halaman 5, ada kuhaturkan terima kasih sama kuhaturkan terima kasih, bukankah itu sama saja? kenapa tidak disatukan saja?
  • ada typo di halaman 71 dimana tertulis kerana, seharusnya karena
  • sayang yang diangkat dari tunanetra hanya itu

2 comments:

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...