Tuesday, March 24, 2015

Review Ikhlas, sulitkah?

Halo mak dan semua, salam sejahtera untuk kita semua
kali ini aku mau mereview buku yang ber :
Judul : Ikhlas, Sulitkah?
wujud



ISBN : 978-979-3653-81-5
Alih bahasa : Imtihan As-Syafi'i
Penerbit : PT Aqwam Media Profetika
Penulis : Faishal bin Ali Al-Ba'dani
Cetakan V, Juni 2011 M/Rajab 1432 H
jumlah halaman : 125+4.


Ikhlas, sangat sulit dihadirkan oleh setiap pribadi karena keihklasan akan menghalangi dirinya dari keinginan-keinginan dan syahwatnya.

Yusuf bin Husain Ar-Razi berkara, "Sesuatu yang paling berharga di dunia ialah keihklasan. Saya sudah berupaya maksimal untuk memupus riya' dari hati, namun sepertinya riya' selalu muncul lagi dengan warna lain".

Kesulitan dalam ikhlas bisa jadi karena hal-hal yang bersebrangan dengan ikhlas seperti :

  • Riya dan sum'ah 

Riya adalah menampakkan ibadah dengan tujuan supaya dilihat orang dan mendapat pujian dari mereka
Sum'ah adalah beramal dengan tujuan memperdengarkannya kepada orang misalnya seorang yang membaca Al Qur'an dengan tujuan agar orang disekitar mendengarnya

  • Ujub atau membanggakan diri

Ujub adalah besarnya hati karena keistimewaan diri, menganggap besar ibadah yang sudah dikerjakannya yang berujung takabur yang tampak dalam perkataan, perbuatan, ataupun sikap.
mengikuti hawa nafsu
hawa nafsu adalah kecenderungan diri mengikuti yang enak-enak saja.

Nafsu ammarah bissu menampakkah keihlasan sebagai sesuatu yang buruk bagi seorang hamba. Ia akan memperlihatkannya sebagai sesuatu yang dihindarinya, sesuatu yang tidak masuk akal. Ia akan mendorong berbasa basi mencari muka agar bisa berjalan di tengah-tengah orang banyak.

Ikhlas dalam tinjauan bahasa bermakna menjernihkan sesuatu dan membersihkannya.

Orang ikhlas memiliki tanda :

  • mengharap wajah Allah (tidak bertujuan mencari rampasan perang, kehormatan, pujian, atau harta benda dunia yang bisa segera sirna)
  • Senang beramal secara sembunyi-sembunyi 

Al-Maqdisi menulis "Orang yang banyak berbuat baik tidak mencari popularitas, tidak ingin dikenal, dan tidak melakukan hal yang membuat mereka terkenal."
Ayyub As-Syukhtiyani berkata "Demi Allah! Tidaklah seorang hamba itu tulus kecuali ia senang jika keberadaannya tidak diketahui"
Bisyr Al Hafi berpesan "Sembunyikanlah zikirmu dan baikkanlah makananmu! Seseorang yang senang dikenal orang banyak di dunia tidak akan mendapati manisnya akhirat".


  • Batin lebih baik daripada lahir
  • Khawatir jika amalnya tertolak
  • Tidak menunggu-nunggu pujian orang lain


Keikhlasan itu sendiri bisa digapai/diupayakan dengan

  • Mengangungkan Allah sebagaimana mestinya
  • Mempelajari hakikat keiklasan (pelajari niat, mengerti, pahami, benarkan)
  • Mengingat-ingat pahala ikhlas dan akibat tidak ikhlas (akibat dari tidak ikhlas adalah membatalkan amal seorang hamba, bisa juga menghantarkan ke neraka dan menyebabkan ia mendapat malu dunia dan akhirat, disiksa di akhirat)
  • Muraqabah dan mujahadah (mengajukan pertanyaan kepada diri sebelum beramal mengenai apa yang diinginkan/hasrat/niat?)
  • Isti'anah atau memohon pertolongan kepada Allah
  • Memperbanyak amal ibadah
  • Meninggalkan ujub dan meremehkan orang lain (Ujub adalah buah dari mengganggap besar amalan yang sudah dikerjakan, seakan merasa sudah berjasa kepada Allah dengan amalnya)
  • Berkawan dengan orang-orang yang baik
  • Meneladani orang-orang yang ikhlas
  • Menjadikan ikhlas sebagai tujuan (Anda mesti bersiap membayar harganya serta mengubah pola hidup dan kebiasaan dalam hidup, memupus ketamakan terhadap apa yang ada pada manusia, meninggalkan ketergantungan pada dunia dan menjadikannya sebagai tujuan, mengekang hawa nafsu dan hasrat untuk mendapat pujian dan sanjungan orang). 


Buah dari ikhlas adalah 

  • masuk surga dengan penuh kenikmatan, 
  • amalnya diterima oleh Tuhan, 
  • mendapatkan syafa'at Rasulullah SAW di akhirat, 
  • hati bersih dari dengki, 
  • dosa diampuni, 
  • pahala dilipatgandakan, 
  • mendapatkan kemenangan dan kejayaan, 
  • diterima dan dicintai oleh orang, amalan muban dinilai sebagai ketaatan,niat yang ikhlas bernilai amal, diringankan dari beban kesulitan, terjaga dari tipu daya setan, 
  • mendapatkan taufik, ketentraman, dan barakah,
  • selamat dari fitnah.

Kelebihannya adalah ada catatan kaki yang menunjukkan merujuk pada beberapa buku, hadist.

Kekurangan :

  • ini nomor halamannya gimana si? Habis vii kok 11?
  • pada bab hakikat ikhlas isinya arti, 
  • Batin lebih baik daripada lahir tidak menjelaskan keadaan batin yang lebih baik daripada kondisi lahir


Itulah review dariku, yuk ikutan tantangan mereview buku Islam yang informasinya bisa dibaca di http://yukmembacabukuislami.blogspot.com/2014/12/islamic-reading-challenge-isrc-2015.html 

7 comments:

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...