Friday, March 27, 2015

Review Soul Reflection Renungan Jiwa

Hallo. Sedikit cerita yah.

Kamis, 19 Maret 2015 aku iseng mengikuti kuis #kumis yang hadiahnya sebuah buku yang dugaanku adalah buku non fiksi. Aku bermimpi memenangkan lomba. Dan aku terkejut karena hari Sabtu di mention menjadi pemenang. Ini print screen pengumumannya


Akupun bertanya kepada sang penulis, bolehkah bukunya di review? Yap, aku diizinkan. Dan akhirnya bukunya sampai hari ini. Ini bungkusnya, mohon maaf diedit dan gambarnya yang kurang jelas.


ini foto bungkusnya, dan dibawah ini foto bukunya


bukunya berbonus CD Audio


dan juga pembatas buku



Aku langsung tertarik pada beberapa bab. 

Yang pertama adalah rendah hati. Orang yang rendah hati itu menyiapkan ruang di dalam hati untuk berbagi.

Ia yang memiliki kerendahhatian adalah pribadi yang tekun belajar dengan tekun, terus melakukan interopeksi diri, terus mencari guru untuk membimbing dirinya, semakin malu pada diri karena merasa diri bukanlah siapa-siapa, semakin ia mengetahui kualitas diri maka ia semakin rendah hati, ketika semakin dalam pelajaran yang dipahaminya maka ia akan semakin melebur dengan rasa bakti yang membuat mereka tidak mampu berdiri tegak untuk menepuk dada.
Seperti peribasaha, padi semakin berisi semakin merunduk.

Yang kedua, bijaksana-menerima. Orang yang bijak adalah yang memahami proses hidup haruslah diterima dan dilakui karena semua akan berlalu seperti yang seharusnya. Ia dapat menjalani hidup dengan tenang, indah dan penuh makna dengan pengetahuan sejati akan keberedaan Tuhan.

Ketiga, menaggapi keluhan. Orang yang mengeluh adalah orang yang menderita, tidak damai, bahkan memiliki kecenderungan iri hati, seringkali tanpa disadari mengeluh seringkali memperbandingkan diri, secara spontan menyalahkan orang lain atas penderitaan yang didapatkan.

Untuk menghadapi orang yang mengeluh adalah memahami system energi, sebelum menjadi pengar yang baik siapkanlah mental menjadi kuat dengan terhubung dengan energi Ilahi jadi bantulah mereka dengan mengirimkan energi cinta, setelah mereka selesai mengeluh bantulah mereka untuk menyadari bagaimana mereka bisa menjadi damai tanpa mengeluh.

Keempat, orang yang penuh dengan kebohongan akan mudah dibohongi. Sangat disayangkan, banyak orang terperangkap dengan kebohongan yang beredar.

Ketika di dalam diri dipenuhi dengan kebohogan, maka hukum alam atau hukum energi akan menarik sejenis. Hal ini dikarenakan kebohongan di dalam akan menarik yang di luar.

Ketika kebohongan demi kebohongan diungkapkan, akan memicu kebohongan baru yang lebih keji lagi.

Ketika kita penuh kebohongan di dalam diri maka kita tidaklah layak untuk menghadirkan kebenaran di dalam diri, jadi ya janganlah menyalahkan orang lain yang memberikan kebohongan atau berbohong kepada kita.

Jadi ya kalau ada orang berbohong, janganlah berteriak/menertawakan/menceritakan ke orang kalau ia pembohong karena bisa jadi diri Andalah yang berbohong duluan atau mungkin bisa saja Anda telah melakukan kebohongan dengan berprasangka terlebih dahulu. Ah jadi ingat sesuatu.

Untuk berubah, sadarilah, kita pernah berbohong, lepaskan kebohongan dan melakukan afirmasi diri untuk belajar menjadi lebih jujur.

Kelima, berdamai dengan diri sendiri. Secara bijak, kita bisa mencoba berdamai dengan diri dengan melepaskan penolakan orang lain, pahami bahwa semuaorang sedang dalam proses belajar dalam menjalanihidupnya. Amatilah dengan bijak, mereka akan mempunyai toleransi yang tinggi dengan kondisi orang lain dan tidak menunutut seperti keinginannya, menerima apa adanya tapi juga tidak mengikuti begitu saja kemauan orang.

Bukanlah suatu kebetulan kita bertemu dengan seseorang. Disana, proses belajar berdamai dengan diri. Memahami orang akan membuat mampu membuat intropeksi, dan bila ada rasa yang tidak nyaman berarti masih terdapat penolakan di dalam diri.

Keenam, ubahlah diri kita sebelum kita mengubah orang lain. jadikanlah diri positif dengan melepas hal negatif di dalam diri maka sudut pandang menjadi positif dalam menjalani hidup,  gunakan sudut pandang positif dengan melihat orang lain secara obyektif, terima mereka apa adanya.

Ketujuh, sabar tidak ada batasnya. Apakah benar sabar itu ada batasnya? Sabar sendiri artinya adalah kita mau menerima keadaan atau masalah yang muncul dengan legowo (berbesar hati). Untuk menjadi sabar, Anda bisa berlatih dengan latihan ini
1.       Harus tahu kebenaran suatu kejadian
2.       Menerma kejadian dengan ikhlas
3.       Menerima orang lain apa adanya
4.       Memahami hukum tabur tuai yang benar, yakini ini sebagai kebenaran Tuhan
5.       Berlatihlah untuk terus sabar

Kedelapan, kita tidak dapat memuaskan banyak orang. Lihatlah orang yang banyak menuntut pada orang dengan perhatian lebih untuk diri mereka yang selalu merasa kekurangan dan menuntut orang lain untuk memenuhinya. 

Menghadapi orang yang menyulitkan diri seperti ini, dapat melatih kita untuk sabar, ikhlas, melakukan penerimaan dan mencintai semua orang apa adanya.


Kesembilan dan seterusnya ada di dalam buku. Eh CD nya apa isinya? 

Cd perenungan batin seperti yang ada pada tulisan di buku. Ini turut membantu memahami diri sesungguhnya, memilah pikiran untuk tetap positif guna proses pengendalilan diri.

CD menggunakan Konsep energi. Energi yang sejenis akan meranarik yang sejenis begitu juga dengan pikiran. Proses jangan dilakukan secara sekilas karena tidak akan menyentuh kedalaman hati.
Bila pikiran negatif maka akan mengundang yang negatif. Tapi ketika bisa mengendalikan pikiran positif maka yang positif akan datang pada kita.

CD ini juga membantu melepaskan kemarahan, ketakutan, kesedihan, merasa bersalah, perasaan tidak berdaya, yang menghambar kebahagiaan sehingga hidup damai, dan kulitas hidup lebih baik lagi, penuh cinta dan kedamaian.

Apakah kita masih ingin memiliki jiwa yang berada dalam kegelapan atau menjadi lebih baik lagi saudaraku?

Kelebihan : setiap bab kalimatnya tu ringan, isi bab tidak banyak/berhalaman bahkan ada yang setengah lembar kurang., ada keterhubungan Tuhan dalam konsepnya.
Kekurangan : -

Catatan : ada tambahan persepsiku sedikit.

Oke deh, itu dulu review dariku.

Ini review apa sih? Itu tuh review buku yang berjudul Soul Reflection Renungan Jiwa.

Diterbitkan oleh : Bhuana Ilmu Populer (Kelompok Gramedia)
Judul asli : Soul Reflection
Cetakan I, Desember 2014
Halaman : x+231 halaman
ISBN 10 : 602-249-857-0
ISBN 13 : 978-602-249-857-5


Penulis : 

Arsaningsih yang merupakan pencipta dan juga trainer Yophyta Materna bagi para bidan dan sudah menyenamkan lebih dari 12.000 lebih ibu hamil dengan tujuan membentuk anak berkualitas sejak hamil, menciptakan pemahaman SOUL (Spirit of Universal Life) yang dapat diapliasikan dalam kehidupan sehari-hari di segala bidang. SOUL sendiri ada workshopnya dan sudah memiliki murid yang tersebar di berbagai Negara di dunia. Ia juga mendalami berbagai ilmu yakni memahami crystal, ilmu penyembuhan dengan energy, ilmu kewaskitaan, ilmu hypnotherapy dan hypnobirthing, ilnu Fengshui dengan energi.

10 comments:

  1. bukunya banyak sekali renungan buat motivasi diri

    ReplyDelete
  2. Masing-masing penulis tentu tentu punya tips dan trik yg berbeda untuk mengambarkan refleksi jiwa.

    @nuzululpunya

    ReplyDelete
  3. aku belajar mereview ya mba, makasiiih
    Buku ini bagus juga kayanya, eh kuisnya kuis apa mba? kepooo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo
      Ya silahkan mbak :)
      Sama-sama

      aku juga masih belajar
      kuis kumis diminta sebut bagaimana caramu mengenal diri.

      Delete

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...