Monday, March 23, 2015

Mouthwash


Ketika dokter memutuskan untuk meresepkan kami sebotol obat kumur, biasanya karena kita memiliki : bisul, jumlah kelebihan bakteri, jumlah lebih dari jamur.

Bakteri dan jamur biasanya dalam jumlah yang tidak sama ketika kita tidak berada dalam kesehatan yang sempurna, especiallu dalam jangka panjang. misalnya, bila Anda mengalami demam tinggi untuk jangka waktu yang lama, kadang-kadang Anda dapat melihat lesi putih di dalam mulut Anda, seperti di atas lidah Anda. Ini berarti bahwa fungsi-fungsi mungkin telah kalah jumlah bakteri.

Anda mungkin atau sudah mengetahui bahwa obat kumur adalah bakterisida namun, apabila penggunaan dilakukan dengan berlebihan, maka obat kumur yang dipergunakan akan menempatkan bakteri dan jamur dalam situasi yang tidak seimbang yang menyebabkan jumlah jamur akan melebihi jumlah bakteri sehingga Anda akan menderita kandidiasis (suatu kasus infeksi oleh jamur).

Pada banyak pembersih mulut di toko dengan bahan yang berbeda seperti
1.       Aloclair yang mengandung Natrium Hyaluronate
2.       Bactidol, Hexadol yang mengandung Hexetidine
3.       Isodine, Porinfec, Molexdine, Scansepta, Sterox yang mengandung Poividone Iodine
4.       Listermint yang mengandung Natrium Fluoride
5.       Listerine yang mengandung Natrium Flouride
6.       Minosep yang mengandung Tymol dan Methyl Calicylate
7.       Sanorine yang mengandung Hyaluronic Acid
8.       Tanflex, Tantum Verde yang mengandung Benzidamine HCL

Bahan yang terkandung pada pembersih mulut adalah untuk masalah yang berbeda, misalnya maag, infeksi, pasca pencabutan, gingivitis, dll., jadi ingatlah untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda.

Sumber :
Mouthwash. C’nS cool ‘n smart English teen magazines vol.14 No. 07 November - Desember 2014

5 comments:

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...