Monday, January 5, 2015

Tips Aman Memesan Makanan

Ketika memesan makanan, kita sebetulnya turut mempertimbangkan aspek kesehatan. Seperapa cepatkah otak dalam memprosesnya? Untuk itu, Tim neuroeconomist di California Institute of Technology, Amerika Serikat menyingkap fenomena ini.

Untuk membuktikan dugaan atau hipotesisnya, peneliti melibatkan sebanyak 28 mahasiswa yang belum makan selama empat jam sebelum dilakukan percobaan. Mereka diminta untuk menilai 160 makanan dengan skala -2 hingga 2 dalam hal kesehatan, rasa dan seberapa senang saat nanti menyantaonya usai mengikuti tes itu.

Soal rasa, setiap orang dapat dengan cepat mengenali makanan yang membangkitkan seleranya. Pada awalnya, ilmuwan menduga faktor rasa menjadi penentu pertama dalam pemilihan makanan yang akan disantap. Yang kedua adalah aspek kesehatan yang bisa jadi di urutan kesekian bagi orang yang pengendalian dirinya kurang baik.

Mahasiswa kemudian diperlihatkan maanan yang sama dalam 280 kembaran acak. Mereka diminta untuk memilih pasangan makanan favorit dan menunjukkannya dengan mengklik tetikus. Melalui analisis cursor-track terpantau dalam memikirkan pilihannya, rasa mendominasi proses penentuan sekitar 200 milidetik lebih awal dari pada faktor kesehatan.

Pergerakan kursor tersebut memperlihatkan proses dalam pembuatan keputusan. Dari situ, dapat terlihat responden sempat tergoda ketika memilih pizza. Namun, akhirnya mereka mengunci pilihannya pada makanan sehat. “Jadi, sebaiknya sebelum memesan makanan, ambillah waktu beberapa saat untuk memikirkan kembali ulang pilihan Anda” ujar peneliti utama yang bernama Nicolette Sullivan.

Sumber :

Dwinanda, Reiny. Pikir ulang sebelum memesan.  Suplemen Republika edisi Selasa, 23 Desember 2014.

7 comments:

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...