Monday, January 12, 2015

Qana'ah ituuu


Pada awal menulis Qanaah di kertas ataupun di media lain, apa sih yang terlintas? Mentok? Googling dan carilah media lain. Qanaah itu bisa berarti rasa syukur atas rezeki yang Tuhan berikan sehingga Anda akan senantiasa menghargai dengan bersikap jujur dan ikhlas.

Sumber gambar : senicintadakwah

Rasulullah SAW berkata kepada Hakim bin Hizam “Harta memang indah dan manis, barang siapa mengambilnya dengan lapang dada, maka dia mendapatkan berkah. Sebaliknya, barang siapa menerimanya dengan kerakusan maka harta itu tidak akan memberikan berkah kepadanya layaknya orang makan yang tidak pernah kenyang”.




Lihatlah, dunia saat ini. Hih ngeri! Orang berlomba dengan nafsu menumpuk harta dan saling berebutan takhta. Oleh karena itu, ada treatment atau cara menghadapinya. Salah satu caranya adalah dengan Qanaah.

Qanaah adalah merasa puas atas pemberian yang sudah diterimanya yang ditunjukkan dengan syukur dan menghindari kerakusan. Dengan memiliki ini, Anda akan mengekang diri dalam memburu apa yang diinginkan karena merasa cukup dengan apa yang telah diperoleh.

Namun, Qanaah bukanlah berarti bahwa Anda dan kita hanya berpangku tangan, berserah diri tanpa adanya usaha atau ikhtiar namun mengharapkan rahmat dari Allah SWT.


Atau 



Sumber gambar : gambar-lucu

Bukankah sudah dimaklumi bahwa pada akhirnya uang, harta dan tahta juga akan sirna? Uang akan using, harta akan binasa dan jabatan akan digantikan oleh orang lain. Lalu kenapa diri ini selalu tertarik untuk mengumpulkannya? Bukankah sama saja artinya dengan menimbun busa yang akan lenyap diterpa udara?

Orang cerdas pastilah lebih suka mencari sesuatu yang lebih tahan lama yang tidak cepat punah dan habis hanya karena pergantian masa. Adapun hal itu adalah qanaah.

Ada Hadist Rasulullah yang perlu dijadikan sandaran oleh kita, Hadist tersebut berbunyi “Jadilah kamu orang yang wara’, pasti kamu menjadi orang yang rajin beribadah, dan jadilah kamu orang yang qanaah, pastilah kamu menjadi orang yang banyak bersyukur”. (HR. Bukhari).

Manusia tidak dilarang untuk mencari rezeki, bahkan Allah SWT memerintahkan untuk berikhtiar Karena hasilnyalah yang akan menopang ibadah dari seseorang dimana hasil usaha tersebut bisa menjadi modal untuk perjuangan dalam agama.



Tanpa adanya hasil usaha, tidak aka nada yang namanya masjid mewah, tidak ada panti asuhan, tidak ada madrasah dan mushalla yang kesemuanya itu membutuhkan usaha dan harta.

Hanya saja, perlu disadari betul dunia usaha bagaikan hutan yang gelap tanpa arah dan apabila kita berjalan tanpa senjata dan tidak berhati-hati, maka kita akan diterkam oleh binatang buas atau tersesat di dalamnya sehingga kitapun tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal ataupun mendapatkannya dengan hasil yang tidaklah halal. Kita akan tetap kalem dengan Qanaah.

Sumber gambar : ash-sholihat

Sumber :
Setiawan, Aji. Republika Khazanah, Jumat 19 Desember 2014 halaman 25 Hakikat Qanaah.
Google




4 comments:

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...