Monday, January 26, 2015

Kenal PTSD

10 tahun belakangan, Indonesia mengalami berbagai bencana alam di berbagai wilayah. Berawal dari gempa dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004, gempa berskala 5,9 SR pada 27 Mei 2006 di propinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta, erupsi gunung merapi yang berada di perbatasan antara Jawa Tengah, meletusnya gunung api Sinabung di Sumatera dan Gunung Kelud di perbatasan Kediri dan Blitar, Jawa Timur, bencana-bencana alam lainnya seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dll.

Mukri Friatna mengemukakan sepanjang 2012-2013, Indonesia mengalami peningkatan bencana alam yang sangat tinggi sekitar 300%.

Permasalahanpun muncul setelah terjadinya peristiwa itu, baik masalah ekonomi (kehilangan tempat tinggal, pakaian, kendaraan, hewan ternak, sawah, kehilangan pekerjaan sehari-hari, dll), sosial (kehilangan keluarga dan saudara), kesehatan sampai Psikologis.

Kondisi ini tentu menimbulkan perasaan sedih, takut, cemas, bingung, bahkan jika berlarut akan menimbulkan gangguan jiwa yang lebih breat seperti post traumatic stress disorder (PTSD) atau gangguan stress pasca trauma.

Pengaruh trauma dan kejadian traumatik yang berkelanjutan akan memicu terjadinya stress pada individu, sebab dalam suatu kejadian traumatik, banyak terdapat stressor sebagai pemicu stress dan jika dialami berkepanjangan akan menimbulkan gangguan stress pasca trauma yang merupakan reaksi berkepanjangan dari trauma yang dialami oleh individu (Smet, 1994).

Kenyataan yang ada di lapangan menunjukkan bahwa banyak terdapat korban yang selamat dari bencana mengalami trauma yang berkepanjangan setelah peristiwa trauma berkepanjangan setelah peristiwa bencana.

Trauma yang ditinggalkan, akan terus hidup dalam daripada orang yang mengalami langsung peristiwa yang mengerikan tersebut.

Tanpa adanya penanganan kejiwaan secara terpadu, maka akan muncul kecenderungan PTSD. Gangguan stress pasca trauma ini kemungkinan akan berlangsung selama berbulan-bulan, bertahun-tahun, beberapa decade dan mungkin barulah muncul setelah setelah beberapa bulan atau tahun setelah adanya pemaparan terhadap peristiwa traumatis(Zlotnick, dalam Durand dan Barlow, 2006).

Lalu, apakah akibat jika gangguan PTSD dbiarkan berlarut-larut? PTSD dapat mengakibatkan gangguan ingatan secara permanen terkait kejadian traumatis dari bencana yang dialami, perilaku menghindari dari rangsangan terkait trauma, dan mengalami gangguan meningkat terus menerus (Psychiatric Association, 1994).

Untuk menghindarinya. bila Anda adalah remaja, lakukanlah deteksi dini terhadap efek dari kejadian traumatis dengan segera karena mengingat bahwa masa remaja merupakan suatu masa yang masih labil dan rentan terhadap berbagai masalah karena merupakan masa transisi menuju dewasa sehingga akan lebih mudah mengalami gangguan Psikologis.

Poerwandari (2006) mengungkapkan bahwa ciri-ciri individu yang mengalami PTSD diantaranya yaitu kesulitan untuk mengendalikan emosi atau perasaan, mudah marah, mudah tersinggung, kesedihan yang berlarut, sulit untuk berkonsentrasi atau berpikir jernih, sering melamun, ada perasaan ketakutan, suka bermimpi buruk, mengalami gangguan tidur, adanya ingatan akan peristiwa masa lalu yang mencengkram, gangguan makan, dan merasa terganggu bila diingatkan.

Berbagai peristiwa yang dialami oleh remaja akan berpengaruh dalam proses perkembangan berikutnya. Lalu, apakahcara yang paling mudah yang bisa dilakukan dalam menangani PTSD? Pada remaja khususnya.

Dukungan sosial sangatlah berharga dan penting bagi remaja ketika mengalami PTSD, khususnya dari orang terdekat yang dapat dipercaya untuk membantu dalam mengatasi gangguan tersebut. Remaja membutuhkan dorongan dari orang tua, guru dan sesama teman agar bisa melupakan peristiwa itu dan tidak larut dalam kesedihan dan ketakutan.

Dengan adanya dukungan itu, ia akan merasa diperhatikan, disayangi, dimiliki dan yang yang lebih penting adalah mempunyai nilai walau mereka sudah kehilangan banyak hal akibat bencana.

Sumber :
Tantama, Fatwa. Forum Akademika. Memahami gangguan post-traumatic stress disorder (Ptsd) pascabencana. Nusantara. Republika, Jumat, 26 Desember 2014 halaman 7.

No comments:

Post a Comment

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...