Thursday, February 11, 2016

Nostalgia di Kota Bandung

Halo selamat datang ditulisan saya, kali ini saya mau menulis untuk lomba giveaway bertema Kota Bandung

Saya ada kenangan yang tidak terlupakan, apa itu?

Pernah naik kuda di sekitaran area Institut Teknologi Bandung (ITB), uh berkuda itu begitu menyenangkan.

Mengunjungi sanak keluarga, karena dari keluarganya mama ada yang menikah dengan wanita Bandung dan tinggal disana.

Ada satu keluarga yang tinggal di entahlah namun kalau tinggal di rumahnya ada suara gejes gejes kereta gitu.

Ada satu keluarga yang tinggal di suatu daerah di Bandung.

Ada juga satu keluarga yang masih saudara kandung dari nenek yang tinggal tidak jauh dari tempatnya Bapak Abdullah Gymastiar yang kita kenal dengan Aa Gym.

Biasanya, kami bersilaturahmi apabila ada nenek dari mama sedang ada di Bandung saat lebaran hari raya Idul Fitri.

Nah, ada kisah, jadi saat itu kami pulang saat magrib. Sesampainya di rumah saudara, mobil tiba tiba terkunci sendiri dari dalam. Sudah begitu, saat malam harinya, kan saya sedang ada di kamar di lantai dua seorang diri, nah saya ada yang membisikkan perkataan, “Jangan tidur menghadap kiri” pada saat saya mencoba tidur. Tidak lama setelah bisikan itu, karena saya hanya menganggapnya angin lalu, eeeh tidak lama, tiba tiba pantat saya berasa ditepuk tepuk gitu.

Merinding saya, jadi saya lari ke bawah, masuk ke kamarnya nenek terus cerita dan tidur disitu.

Selain itu, ada suatu cerita yang membuat saya tidak pernah lupa. Pada saat lebaran Idul Fitri, tepat di rumah saudara saya di Bandung, saya bercerita mengenai gangguan penglihatan ke nenek dari mama saya.

Saya bilang kalau tidak kuat melihat cahaya. Terus disitu nenek dari mama saya bercerita kalau beliau habis operasi Katarak dan masih berasa ada pasir-pasirnya namun ya biasa aja. Terus nenek saya bercerita kalau moyang dan saudara kandung terkena apa gitu ya yang matanya sampai keluar gitu dimana saya jawab oh itu gloukoma, namun katanya bisa sembuh dan kembali normal setelah menjalani operasi diangkat apanya gitu.

Nah darisitu saya baru tahu ternyata Gloukoma bisa sembuh. Namun, dari situ, saya jadi berpikir, jangan jangan saya ada riwayat Gloukoma ya? Soalnya kata anonim setelah kami googling salah satu ciri dari Gloukoma dialami pada penglihatan saya hingga kini yakni melihat lampu pecah dan ada pelanginya.

Namun, saya bukanlah dokter.

Lebaran terakhir disana, kami sholat Ied di lapangan TNI. Pernah juga sholat dimana gitu, tempatnya Muhammadiyah.

Terus ada kenangan lain di Kota Bandung adalah ketika diajak wisata kuliner. Huih mantab. Saya diajak makan batagor, somay, bakmi, youghurt.

Selain itu, saya juga pernah ke distro distro yang ada di Bandung. Pernah sempat membeli juga disitu, seingat saya yang pernah dibeli tuh : celana panjang, kaos. Aduh, saya kurang gitu suka belanja sih.

Eeeh pernah juga itu dibeliin sama saudara saat ada di rumahnya di Bandung, yakni kupat tahu. Rasa kupatnya tu unik, gurih aja gitu.

Seperti ini nih gambar dari Kupat Tahu Bandung

Sumber : Google


Makanan ini terdiri dari bumbu kacang seperti bumbu pecel, tahu, ketupat, tauge, mie dan kerupuk. Ih enak banget deh pokoknya.

Ada lagi, saya juga pernah ke steak apa gitu ya. Teruus dulu sih pernah sempat ingin kuliah di Bandung, namun bukan rezekinya.

Harapan saya untuk kota Bandung adalah fasilitas baik di jalan raya, pendidikan serta pekerjaan yang bisa membuat penyandang difabel mandiri.

Pingin deh, jalan-jalan gratis ke Bandung dengan akomodasi dan makanan untuk saya beserta keluarga, khususnya untuk kedua orangtua saya.


4 comments:

  1. kupat tahu memang endes ya mak.. aku juga suka, sayang di Jawa jarang yang jualan kupat tahu

    ReplyDelete
  2. Aduh... ngiler liat kupat tahunya. Makasih sudah ikut GA saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kembali, makasi mba umtuk kunjungan dan komentarnya

      Delete

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...