Friday, February 5, 2016

Kisah akhir film I Am Hope the Movie versi saya

Baca tulisan jadi pingin buat tulisan untuk lomba blog I am hope the movie.

Banyak orang yang perduli dengan penderita penyakit kanker, sampai sampai film I am hope the movie melejit.

Yang belum tahu atau ingin Soundtrack #IAmHopeTheMovie bisa memperolehnya di https://goo.gl/UuDXtB dan soundtrack filmnya bisa di dengar di https://goo.gl/NJcL5I.

Selain itu, ada kompetisi yang terkait dengan ini membuktikan orang masih ada yang perduli. Kompetisi ini disponsori oleh Uplek.com.

Selain itu, ada juga bentuk dari keperdulian lain yakni adanya yayasan kanker yang dulu pernah saya dengar dari seseorang yang menawarkan kupon untuk dijual dimana uangnya dibuat untuk membantu penderita kanker. Orang itu menawarkan ketika sedang terjadi perkuliahan profesi di Universitas Gunadarma.

Saya tergerak untuk keluar, mau membantu. Jadi saya keluar ruangan dan berjanji bertemu setelah selesai kuliah dengan meminta nomor teleponnya.

Setelah selesai kuliah, saya menghubunginya. Dijelaskan oleh orang itu, kupon-kuponnya berupa vocer belanja yang uang dari pembelian kupon yang seabrek itu untuk diberikan kepada orang yang terkena kanker. Saya membayar kalau tidak salah ingat senilai Rp.150.000.

Seingat saya, katanya yayasan itu banyak yang datang dan pernah masuk ke acara kick andy.

Bicara mengenai kanker, ibu saya pernah menjalani operasi myom. Myom adalah sebuah kanker yang ada di rahim yang harus diangkat melalui operasi. Selepas operasi, kondisi mama jadi agak lemah.

Saya jadi membayangkan jadi penderita kanker dan ceritanya menjadi pemeran dari film I am Hope the Movie jadi nentuin deh gimana ending atau akhir dari ceritanya. Jadi kisah setelah ini adalah karangan semata.

Ceritanya saya sering mengeluh mengenai gangguan kesehatan yang dirasa ke teman-teman, ke jejaring sosial, ke dokter.

Setelah pemeriksaan panjang yakni cek darah bolak balik, CT Scan, scan MRI akhirnya diketahui saya terkena kanker.

Awalnya karena gangguan kesehatan itu, saya harus berhenti les sehingga membuat bersedih dimana itu memperparah kondisi kanker yang saya alami.

Sayapun terancam berhenti juga dari kampus.

Namun, setelah menulis, meminta tolong kesana kemari, saya mendapatkan bantuan. Ada beberapa orang yang bergerak membantu memperjuangkan hingga saya bisa lulus kuliah sambil terus menjalani perawatan medis di rumah sakit besar di Jakarta.

Dokter memvonis saya akan mati dalam waktu dua tahun. Jadi saya menggunakan sisa waktu untuk mengikuti lomba-lomba.

Beberapa orang ada yang menghina saya karena keadaan yang lemah ini, ada juga yang mengatakan “Kasihan” sehingga membuat saya marah karena dari dahulu tidak pernah minta dikasihani. Karena saya bisa menghadapi kanker ini.

Seorang dokter dari Jepang datang mengunjungi saya, ia melakukan penelitian untuk disertasinya dengan melakukan pengembangan teknologi untuk penderita kanker. Ia meminta izin untuk menjadikan saya sebagai orang yang diuji cobakan, karena saya yakin kalau tiap penyakit pasti ada obatnya.

Kalaupun saya matipun tidak masalah karena proses uji coba alat itu karena memang hidup ini tinggal sedikit.

Saya mengizinkannya untuk membawa diri ini menjalani proses-prosesnya. Mesin-mesin yang dibawa dicobakannya kepada saya selama tiga bulan.

Sambil menjalani proses, saya tetap menulis, siapa tahu ini berhasil, kalaupun tidak, akan jadi kenangan bagi orang lain walaupun akan ada orang  yang tidak suka atau benci.

Setelah waktu tiga bulan lewat, saya merasa ada perubahan di tubuh ini. Tubuh yang tadinya melemah jadi kuat, keluhan-keluhan hilang.

Karena hilangnya keluhan tersebut, saya menyampaikannya ke pihak rumah sakit. Rumah sakit melakukan proses penyecanning ini itu dan ternyata sembuh total.

Yah segitu saya kisahnya. Kisahnya hanyalah khayalan semata, namun dari :

Bicara mengenai kanker, ibu saya pernah menjalani operasi myom. Myom adalah sebuah kanker yang ada di rahim yang harus diangkat melalui operasi. Selepas operasi, kondisi mama jadi agak lemah.
Sampai ke atas adalah kisah sebenarnya, semoga yang terkena kanker diberikan nikmat kesembuhan.
Yang sehatpun, dimohon untuk melakukan pencegahan supaya tidak terkena penyakit kanker.

Seperti apakah kisah akhir dari filmnya ya? Penasaran? Yuk nonton film I Am Hope the Movie.

“PRE SALE @IAmHopeTheMovie yang akan tayang di bioskop mulai 18 februari 2016. Dapatkan @GelangHarapan special edition #IAmHope hanya dengan membeli pre sale ini seharga Rp.150.000,- (untuk 1 gelang & 1 tiket menonton) di http://bit.ly/iamhoperk Dari #BraceletOfHope 100% & sebagian dari profit film akan disumbangkan untuk yayasan & penderita kanker sekaligus membantu kami membangun rumah singgah .
Follow Twitter @Gelangharapan dan @Iamhopethemovie
Follow Instagram @Gelangharapan dan @iamhopethemovie
Follow Twitter @infouplek dan Instagram @Uplekpedia
#GelangHarapan #IamHOPETheMovie #BraceletofHOPE #WarriorOfHOPE #OneMillionHOPE #SpreadHope”



No comments:

Post a Comment

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...