Saturday, February 13, 2016

Mengenal Kebudayaan Sumatera Selatan

Saya punya saudara yang menikah dengan orang Palembang, namun hingga kini tidak begitu tahu mengenai budayanya termasuk kebudayaan di Sumatera Selatan. Padahal ini bisa bermanfaat untuk mengetahui kebiasaan, tutur kata, dan perilaku.

Dulu, saya pernah mengenal budayanya di pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Budaya di Sumatera Selatan itu ada apa saja sih?

Musik jidur
Musik ini dulu dibawa pada masa colonial. Biasanya, music ini dibawakan pada acara pernikahan atau perayaan lainnya. Musik ini dimainkan oleh belasan orang dengan alat musik : dua Buah Terompet, dua Buah Sak Alto / Saxopone Alto, sebuah F Larinet / Clarinet, sebuah Tenor Sak / Saxopone Tenor, sebuah Bariton / Bariton Horn, sebuah Tenor / Tenor Horn, tiga Buah Alt Horn / Alto Horn, sebuah Bass / Shau Shophon, sebuah Tambur / Snare Dram, seuah Jidur / Bass Dram

Dui Muluk yang merupakan teater tradisional Palembang. Konon, teater ini bermula dari syair Raja Ali Haji, sastrawan yang pernah bermukim di Riau. Teater ini terdapat lakon, syair, lagu-lagu Melayu dan lawakan. Bentuknya sama dengan lenong yang merupakan kebudayaan dari Betawi.

Tradisi memilih calon menantu lewat Tari Madik dan Nindai
Ada satu tarian yang dianggap memiliki peranan penting dan menjadi turun temurun dari nenek moyang. Tarian itu adalah Tari Madik & Nindai. Tari ini adalah adat istiadat masyarakat Palembang berupa tarian tradional.

Tarian ini pun menggambarkan adat istiadat masyarakat Palembang yang memiliki kebiasaan dalam memilih calon menantu. Sang orangtua pria terlebih dahulu datang ke rumah seorang wanita dengan maksud melihat dan menilai (madik dan nindai) gadis yang dimaksud.

Hal yang dinilai atau ditindai itu adalah kepribadian dan kehidupan keluarganya sehari-hari. Dengan penindaian itu diharapkan bahwa apabila si gadis dijadikan menantu, maka ia tidak akan mengecewakan pihak keluarga dan calon suaminya. Hal itu tentu membuat kehidupan mereka akan berjalan langgeng sesuai dengan harapan pihak keluarga mempelai pria.

Setelah tradisi memilih calon menantu lewat Tari Madik dan Nindai, maka diadakan pernikahan yang menggunakan Pakaian adat pernikahan.

Pakaian adat pernikahan
Pria, memakai pakaian adat berupa mahkota , kalung bersusun dengan baju yang khas. Ia juga memakai celana panjang dan kain songket pada bagian tengah badan.

Wanita, memakai pakaian yang mirip dengan prianya, yaitu bermahkota, kalung susun, pending dan gelang pada kedua belah tangan. Ia jua memakai kain songket yang melingkar pada bagian tengah badan serta berkain songket. Pakaian ini dipakai untuk upacara pernikahan.

Tari Rampak Kipas asal Palembang

Tari Menyadap Karet, tari yang menggambarkan canda-ria muda-mudi Sumatera Selatan selagi menyadap karet, yang tak jarang menuntunmereka ke jenjang perkawinan. Tari yang diperkaya dengan unsur gerak tradisi ini berkenan sebagai tari pergaulan yang menimbulkan suasana gembira.

Tari Rodet Cempako

Tari Gending Sriwijaya

Tari Tanggai, merupakan sebuah tarian dalam menyambut para tamu disertai upacara kebasaran adat.

Tari Putri Bekhusek, artinya sang putri yang sedang bermain. Tari ini sangat popular di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan melambangkan kemakmuran daerah Sumatera Selatan.

Tinggal di rumah tradisional Limas
rumah panggung, untuk tempat tinggal para bangasawan. Rumah Limas berjenjang lima dengan bermakna Lima Emas, yaitu keagungan, rukun dan damai, sopan santun, aman dan subur, kemudian makmur dan sejahtera. Pintu Gerbang Emas harus ada pada setiap Rumah Limas.

Memiliki senjata tradisional keris, tombak, pedang, dan badik. Keris situ ada yang berlekuk 7, 9 atau 13, yaitu dengan jumlah ganjil. Tombak Sumatera Selatan yang bermata tiga dinamakan trisula.

Sumber :


6 comments:

  1. Kaya banget dengan kebudayaan dan seni traisi ya mbak... :) Good Luck kompetisinya...

    ReplyDelete
  2. Sumatera Selatan tuh palembang yak mbak? iih pengen ke palembang...ada rekomen tempat yg bagus yang anti mainstream mbak? eh mbak y dr palembang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ibukotanya Palembang, belum ada saya tempat rekomendasi yang antimainstream mba. Sayanya bukan dari Palembang.

      Delete

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...