Wednesday, April 1, 2015

Review Kapas-Kapas di Langit

Sang tokoh mencari perhatian dari ayahnya dengan berprestasi. Ia berhasil masuk Universitas Indonesia dan di semester 3 ia mendapat beasiswa pada sebuah Universitas di Jepang dengan kondisinya yang berjilbab serta bahasa Jepang yang kurang baik.

Ia membuktikan kepada dunia bahwa gadis Muslimah, berjilbab, akhwat seperti dirinya pun mampu “berbicara di dunia internasional”.

Di kalangan para dosen, Garsini pun dihargai dan disayangi. Sehingga ada seorang guru besar tamu di universitasnya, yang bernama Profesor Charles del Pierro terkesan sekali dengan sosoknya dan menjadikannya asistennya.

Dan dengan dukungan yayasan sosial yang disponsori Profesor tua dari Perancis itu, ia menerbitkan kamus perbandingan antarbangsa-bangsa Asia, CD-nya ala Garsini dan ditawarkan beasiswa dari Universitas Sorbonne.

Bab 1

Ia terbangun dari tidurnya karena di asrama putri pada pukul 6 ada kegaduhan yang disangkanya hanyalah delusi tapi ternyata suaranya semakin besar yang membuatnya kesal.
Ia berpisah dengan temannya untuk melatih bahasa Jepangnya.

Bab 2

Ia salah masuk jurusan IT dan diserobot oleh orang Indonesia untuk menempati jurusan Kedokteran, dan ia dibantu oleh Mayumi seorang mahasiswa sastra dengan memberi banyak informasi yang memang sangat dibutuhkannya kala itu, bahkan Ia sampai rela mengorbankan waktu liburnya sendiri untuk menemani Garsini ke beberapa tempat.

Meskipun Ia mulai menyadari, betapa mudahnya orang Jepang memuji. Kalimat seperti wah kamu cantik sekali. Atau, wah, sutekina fuku desu ne… bajunya bagus ya? Ia sangat sering mendengarnya dari rekan-rekan Nippon di kampusnya, bahkan dari nenek-nenek, orang tak dikenal yang ditemuinya di gerbong kereta. Tapi pujian dari Nakajima-san terdengar tulus di kuping Garsini.

Bab 3

Garsini menjadi relawan museum karena pada musim itu sedikit relawan, padahal biasanya museum hanya merekrut orang yang berusia lebih tua darinya.

Awalnya Garsini hanya ingin membuktikan bahwa gadis muslimah pun mampu meraih banyak prestasi. Di lingkungannya di Indonesia, hal itu serasa merupakan sesuatu yang musykil.

Hal ini disebabkan ada banyak contoh nyata, hanya para gadis nonmuslim yang menduduki jabatan terhormat dan prestasi menakjubkan.

Terpampang indah pula di novel-novel karya penulis perempuan nonmuslim, Marga T dan Marianne Katopo.

Ia berceloteh dengan menggunakan bahasa Jepang dan Inggris yang sama bagusnya dimana suaranya terdengar lantang sehingga membuat pengunjung kagum.

Bab 5

Ia diberitahu kemungkinan penjahat masuk ke asramahnya oleh beberapa orang. Namun ia tidak merasa khawatir.

Ia pernah mendapati pria dan melawannya sehingga pemilik asrama mengetahui bahwa ia jago Tae Kwondo dan dihormati karena itu.

Di halaman 153, pak Mizui berkata “Oh, tidak apa-apa, saya juga tidak akan lama. Hanya ingin mengucapkan selamat tinggal saja kepadanya…” Ditatapnya wajah Garsini dengan hangat kebapakan. “Seperti yang pernah kukatakan kepadamu beberapa waktu lalu. Sejak mereka mengoperasi mataku… Yeah, kurasa memang sudah waktunya aku pensiun, ya kan Tuan Jay?” Ada kepiluan dalam kepasrahan yang mengapung di antara kalimat-kalimat pendeknya.

Loncat ke bagian akhir, Garsini dilemma karena Haekal meminta berkali kali untuk menikah mereka bertengkar karena curiga, pernah menanyakan kesucian diri dan menyangsikan diri Garsini akhirnya ia memilih istiharah dan kembali ke Depok.

Pipiet Senja adalah nama pena Etty Hadiwati Arief yang sejak tahun 2000 bergabung dengan FLP, ia merasa terlecut balapan dengan paramuda penulis Islami, menulis fiksi bernuansakan Islami.

Judul buku : Kapas-Kapas di Langit

Ah akhirnya jadi juga review bukunya setelah asyik mendengarkan dengan JAWS sambil mematikan layar netbookku selama beberapa hari yang terputus-putus. Kalau ada yang mau ikutan bisa liat tantangan reviewnya di  http://yukmembacabukuislami.blogspot.com/2014/12/islamic-reading-challenge-isrc-2015.html.  


6 comments:

  1. kisahnya sangat menarik, Mbak. Inspiratif. Semoga menang dalam tantangan ini ya :)

    ReplyDelete
  2. Kenapa nggak ada cover bukunya, Mbak? Kali aja bisa beli di toko buku :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mba, aku dapat bukunya dalam bentuk pdf tanpa covernya dan identitas lain
      :)

      Delete
  3. Suka buku ini...bunda pipiet memang jos..

    ReplyDelete

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...