Saturday, April 18, 2015

Peranan pemuda Indonesia dalam penerapan Agenda Pembangunan Post-2015

Pemuda Indonesia dalam penerapan Agenda Pembangunan Post-2015 bisa turut membantu dengan melibatkan dirinya.

Pemuda bisa membantu mengkritisi, mengawasi dan turut serta dalam membangun kesuksesan dalam meninjau kemajuan MDGs melalui Tahunan Menteri Ulasan (AMR), Dewan Ekonomi dan Sosial yang akan memainkan peran utama dalam persiapan, pelaksanaandan tindak lanjut dari agenda pembangunan pasca-2015 baik dari segi ekonomi, sosial pembangunan yang inklusif, kelastarian lingkungan, perdamaian dan keamanan.



MDGs sendiri merupakan akronim dari Millenium Development Goals. MDGs bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dengan :
Memberantas kemiskinan (berhasil turun menjadi 22% pada tahun 2010) dan memberantas kelaparan yang ekstrim (berhasil turun dari 23,2% yang ada pada tahun 1990 sampai tahun 1992 menjadi 14,9% pada tahun 2010-2012), mencapai pendidikan dasar universal dimana pada tahun 2011 terdapat 57 juta anak tidak mengenyam SD dan masih adanya diskriminasi dan anak-anak miskin yang meninggalkan sekolah lebih tinggi sebanyak tiga kali lipat apabila dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga mampu, mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak (dengan taget penurunan tingkat kematian Ibu sebsar 47% dan penurunan tingkat kematian anak sebesar 41%), meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV / AIDS (dengan adanya akses/pengetahuan mengenai cara untuk melakukan pencegahan virus HIV yang perlu diperluas karena pada tahun 2011, terdapat 43 juta penduduk mengidap HIV), malaria dan penyakit lainnya (mengalami kemajuan signifikan dalam penurunan populasi yang berperang dalam melawan penyakit malaria dan tinggal di kawasan kumuh dan TBC dengan dapat menghindari kematian dalam angka 1,1 juta untuk malaria dan 20 juta
untuk penyandang TBC), menjamin kelestarian lingkungan, mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.




Dalam hal MDGs, pemuda bisa membantu memberikan akses informasi baik secara langsung ataupun online seperti misalnya memberikan penyuluhan yang terkait mengenai tujuan-tujuan yang telah disebutkan diatas.

MDGs mempunyai relevansi yakni :

Mobilisasi resources di tingkat global dan nasional
Agenda pembangunan global menjadi lebih fokus
Memastikan pembahasan agenda pembangunan pasca2015 secara inklusif dalam proses
intergovernmental
Memastikan adanya sinergi ketiga dimensi pembangunan: ekonomi, sosial dan lingkungan hidup
Global Goal -> National Target


Pemuda juga bisa membantu dalam pengembangan kerjasama forum (DFC) dengan membangun kemitraan global dengan system keterbukaan pada fitur kemungkinan kemitraan global untuk pembangunan bari dalam pengaturan pasca 2015.

Pemuda juga bisa membantu dengan memberikan suara melalui forum yang diselenggarakan oleh UNDESA/OESC dalam kemitraan dengan Negara-negara anggota yang suaranya di aspirasikan ke berbagai pemangku kepentingan termasuk ke Negara-negara berkembang, Negara maju, masyrakat sipil, anggota parlemen, lembaga audit, pemerintah lokal, pemerintah regional, organisasi filantropi dan sector swasta. Ini akan mendorong dialog multi-stakeholder partisipatif mengenai isu-isu kerjasama dalam pembangunan besar.

Apabila pemuda tidak bisa berperan dalam hal-hal yang disebutkan di atas, mungkin pemuda bisa menuangkan idenya yang salah satunya bisa dengan mengikuti lomba yang informasinya ada di http://www.un.or.id/en/how-to-join.

Sudah siapkah untuk tantangan global?




Sumber :

No comments:

Post a Comment

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...