Thursday, April 30, 2015

Kisah puasa, mukena dan lebaran

Puasa, puasa, sebentar lagi puasa nih. Widih asyiklaah. Aku mau cerita tapi mundur ke masa lalu ya... Kisah aku mulai ketika Lebaran tahun lalu, aku menyiapkan mukena untuk Sholat Idul Fitri di lapangan tempat biasa aku dan sekeluarga sholat.

Mukena aku letakkan di ruang tamu setelah selesai melaksanakan Sholat Subuh yang disertai dengan beberapa lembar koran untuk alas sebelum meletakkan sajadah di lapangan. Aku berjalan dengan mengandalkan keluargaku dalam posisi dekat.

Malam takbir berkumandang tapi aku sedih karena tidak bisa melaksanakan Sholat Tarawih berjamaah di Masjid dan hanya bisa tersenyum saat ada yang bertadang ke rumah dan bertanya "Kok tumben? Biasanya rajin ikut sholat jamaah di masjid?". Aku tidak berani melaksanakan sholat jamaah dengan berjalan sendiri dari rumah melawan cahaya yang ya.. gitulah. Yang jelas, kondisiku tidak seperti dulu, tapi aku menyukurinya.

Dulu, aku selalu berjalan sendirian dari rumah ke masjid untuk mengikuti Sholat Tarawih berjamaah. Setiap pertengahan bulan aku mengganti mukena yang digunakan,atau menggantinya ketika dirasa sudah harus diganti. Kan ga lucu kalau jamaah/orang yang aku lewati saat membawa mukena terganggu karena bau yang dikeluarkan pada mukena yang aku bawa dan kenakan untuk ibadah. 

Setiap lebaran, dulu aku selalu menyiapkan mukena parasut, mukena yang mudah untuk dilipat kecil dan di masukkan ke dalam tas mungil. 

Ya, mukena itu aku kenakan pada saat waktunya untuk melaksanakan Sholat yang biasanya dilaksanakan di rumah saudara/saat di jalan menuju/kembali dari rumah saudara yang ada di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Subang. Walaupun terkadang tidak ke Subang. Tapi Jabodetabek sih biasanya selalu setiap lebaran. Puasa dan lebaran kali ini bagaimana ya? 

Itulah kisahku, bagaimana kisahmu saudara-saudariku?

16 comments:

  1. Deg deg ser...kalo sudah dekat2 bulan puasa gini, ya mak..
    Seneng, kayak mau ketemu kekasih hati..

    ReplyDelete
  2. hihi..terima kasiiih sudah ikutan Mak.. :)
    tarawih kali ini, pakai mukena parasut lagi atau mukena zakizakia yaa? hihi..

    ReplyDelete
  3. Gak terasa ya, bulan ramadhan tinggal sebulan lebih lagi.
    Habis baca tulisan ini jadi ingat kenangan dua tahun lalu sewaktu pencuri masuk ke kost di hari pertama bulan puasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya
      oh gitu, terus gimana tu nasib pencuri dan yang dicuri?

      Delete
  4. Ramadhan tahun lalu paling berkesan, sbb dapat memperkenalkan suasana tarawih untuk ponakan saya dari Prancis. Dan ternyata dia jatuh cinta dengan tarawih...:)

    ReplyDelete
  5. Bentar lg puasa, berarti mudik jg bentar lg.,yeayyyyy...seneng
    Sukses y mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yeaaay
      ya mak makasih ^_^
      sukses juga ya mak

      Delete
  6. Mudahan Allah sehatkan rohani dan jasmani, ya Mbak, agar kita bisa berpuasa dan tarawih dengan lebih khusyu. aaminn.

    ReplyDelete
  7. Ramadhan sebentar lagi ya..mudah-mudahan masih diberi kesehatan dan umur untuk menyongsong bulan penuh berkah itu. Aamiin..aamiin

    ReplyDelete
  8. terima kasih atas ilmu yang di berikan..saya tunggu artikel-artikel selanjutnya :) saya ingin berbagi ilmu sedikit mengenai mukena Sebagian besar ulama kita telah bersepakat bahwa busana yang sesuai dengan syarat untuk menutup aurat wanita dalam{Enter}shalat adalah baju kurung beserta kerudung (yang sekarang dikenal dengan mukena) ... salah satu trend zaman sekarang yaitu mukena katun jepang ,,ingin Dapat barangnya kualitas top di sini tempatnya GROSIR MUKENA KATUN JEPANG ( www.mukenadistro.com )

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama- sama
      terima kasih untuk ilmunya
      ya sidah menunjungi link tersebut beberapa saat lalu
      :)

      Delete

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...