Friday, May 1, 2015

Review The Power of Ramadhan

Buku yang berjudul The Power of Ramadhan ini dikarang oleh Dr. Amir Faishol Fath yang merupakan pakar Tafsir Al-Qur’an International Islamic University Islamabad dan diterbitkan oleh Fath Institute dengan ISBN : 978-602-19100-6-1.

Add caption


Yang aku review kali ini adalah chapter lima yang berjudul bulan persatuan.selama Ramadhan, banyak amalan yang harus diutamakan yang kesemuanya bermuara kepada pembuktian persaudaraan karena ikatan iman.


Allah SWT menegaskan bahwa segala bentuk perpecahan agar dihindari “Walaa tafarraquu” bukan “Walaa takhtalifuu” (jangan berbeda pendapat). Berbeda pendapat tidak dilarang karena itu adalah fitrahnya manusia, tetapi yang Allah larang adalah “Jangan bercerai berai”.

Pertama, disunnahkan melihat hilal sebagai tanda permulaan bulan Ramadhan dan permulaan hari raya Idul Fitri.

Rasulullah SAW bersabda “Berpuasalah ketika semua orang berpuasa dan berhentilah ketika semua orang berhenti”. Riwayat ini ada beberapa indikasi penting yakni
-         mengutamakan kebersamaan dalam memulai puasa Ramadhan
-         mengutamakan kebersamaan dalam berhari raya
Ulama berkata “Jika kalian tidak mampu melakukan kekompakan internasional (dalam ibadah puasa Ramadhan), maka paling tidak lakukan kekompakan berpuasa dalam satu Negara
-         keindahan umat ini nampak ketika kompak dan selali bersatu karena setiap hari diajarkan selalu menegakkan sholat jamaah di masjid. Untuk meneggakan keindahan tidak hanya sekedar menegakkan ibadah ritual secara personal, tetapi lebih dari itu yang haruslah didukung kekompakan kolektif dalam rangka menegakkannya.

Untuk persatuan itu, ada beberapa saran yang dipecah untuk profesi, dan keluarga. Untuk profesi :
satukan visi dan misi dalam mengelola usaha, sehingga akan mudah bersinergi dalam mencapai target yang sudah ditentukan.
Hindari kepentingan pribadi, kepentingan perusahaan sehingga tercampur aduk.
Jangan mudah berprasangka buruk kepada pimpinan, karena prasangka buruk akan mudah menghancurkan karir Anda dan akan menggerogoti ketenangan jiwa. Biasakan berbicara dengan terus terang kepada atasan, kawan kerja daripada berbicara di belakang. Berbicara dibelakang akan merusak diri sendiri.

Untuk keluarga :
Tentukan visi dan misi dalam jangka pendek dan panjang agar rumah tangga berjalan terarah dan penuh dengan keberkahan.
Jadikan takwa sebagai tujuan rumah tangga bukan harta, bukan keturunan, bukan jabatan.
Biasakan bermusyawarah dengan keluarga dalam menentukan visi, misi, pelaksanaan kegiatan dalam menjalankan visi dan misi karena banyak rumah tangga yang tidak efektif karena tidak adanya visi dan misi dalam mengelola rumah tangga.
Jangan biasakan membesar-besarkan masalah kecil, segeralah meminta maaf apabila terjadi kesalah pahaman atau kesalahan dalam bertindak, hindari egoisme yang sering merusak keindahan komunikasi.
Kendalikan nafsu amarah dan hindari sikap emosional karena tidak ada manusia yang sempurna.

Kekurangan buku ini adalah kurang menonjolkan power atau kekuatan dari bulan Ramadhan si menurutku.

Kelebihan buku ini adalah mini, ada saran untuk profesi dan untuk keluarga di tiap babnya.


Review ini dibuat untuk memenuhi tantangan review yang ada di http://yukmembacabukuislami.blogspot.com/2014/12/islamic-reading-challenge-isrc-2015.html dan tantangan review lainnya.

8 comments:

  1. Ah penasaran deh mbak, mau juga baca bukunya. Isinya pasti bergizi sesuai judulnya

    ReplyDelete
  2. wow.. ini chapter lima mbak? berarti udah best seller ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. chapter lima disini maksudnya bab 5 mbak; soal best seller terus terang saya kurang tahu; semoga buku ini jadi best seller.

      Delete
  3. buku yang bagus ya mak...insya allah banyak manfaatnyaaa...

    ReplyDelete
  4. Sinopsisnya aja udah mengena...apalagi isinya.

    ReplyDelete

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...