Monday, January 25, 2016

Pengalaman saya ke pasar Cisalak dulu dan sedikit info lain

Pengalaman saya ke pasar tradisonal Cisalak terjadi waktu dulu.

Saat itu, saya berjalan kaki dari rumah ke Pasar Cisalak untuk berangkat sekola dan dari pasar Cisalak ke rumah.saat berjalan, di kanan kiri ada tukang ayam potong, di kanan ada warteg. 

Di warteg itu saya suka mampit untuk makan karena harganya murah meriah. Pasar Cisalak ada dua jalan ada yang ke kanan ada yang lurus kalau dari arah rumah saya.

Kalau ke kanan itu ada jualan berbagai bumbu, dan lainnya yang ada belokan lagi ke gang kecil dan juga ada belokan ke gedung yang disitu ada jualan baju, payung, dan lainnya.

Kalau jalan jalan kadang ada yang berseliweran “Plastik plastik”. Kalau lurus terus itu seingat saya ada sayur sayuran, buah buahan. Di sebelah kanan kalau dari arah rumah saya, ada gedung bioskop yang tutup.

Ada pengalaman ga enak saat terakhir jalan kaki dari rumah ke pasar, waktu itu saya berjalan dengan menggunakan kacamata hitam dan tongkat putih tunanetra. Nah, malamnya, dari arah pos satpam saya mendengar, “Gila kali ya orang bisa lihat pakai tongkat”. Padahal kondisi penglihatan saya saat itu susah melirik, ga kuat kena cahaya sehingga mata sakit dan kepala pusing sampai ke belakang.

Untuk mempromosikan Pasar Cisalak belum ada yang menggunakan media blog atau website dan media sosial.

Pasar tradisional masih menarik karena harganya murah dan bisa ditawar. Sejarah pasar tradisional pasar Cisalak saya tidak tahu, namun saya penah mendengar kalau pasar Cisalak pernah terbakar.

Mengapa harus ke pasar? Supaya bisa berdagang lebih untung karena bahan baku bisa didapat murah bahkan ditawar, kalau untuk ibu rumah tangga akan lebih hemar pengeluaran karena kalau beli di pedagang sayur gerobak akan lebih mahal.

Pasar tradisional di tengah perkembangan zaman mungkin bisa saja mati.


Itu mengenai pasar tradisional, kalau kamu? Apakah ada kisah pengalaman di pasar di daerahmu?

31 comments:

  1. pernah kebakar ya mbak pasarnya? paling sedih kalau dengar berita pasar terbakar. gimana nasibnya pedagang di pasar yang terbakar itu.

    @diahdwiarti

    ReplyDelete
  2. Ke pasar tradisional harga bisa miring, tergantung penawaran kita yg membeli.

    ReplyDelete
  3. alhamdulillah di sini perkembangan pasar tradisional masih tetap berjalan karena beberapa faktor yang saya tulis panjang lebar di blog salah satunya ada hal yang tak bisa didapat kecuali di pasar tradisional

    adibriza

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hal yang ga bisa didapat kecuali di pasar tradisional itu apa?

      Delete
  4. Inspirasi nama pasar cisalak itu dari mana ya, kira-kira? apakah karena dulunya banyak ditumbuhi pohon salak, atau bagaimana?
    Berarti di dekat pasar cisalak ada wartegnya, ya? hehe.. kalau yang di pasar lapar tinggal lari saja ke warteg, maka akan kenyang.
    Yang bersliweran menawarkan plastik itu apakah hanya plastik saja atau ada barang lain yang terbuat dari plastik juga?
    Sabar, ya mbak. Semoga cepat sembuh.
    Kalau pasarnya pernah terbakar, berarti sekarang pasarnya jadi bagus. Iya atau tidak?
    Ya, kita doakan saja agar pasar tradisional masih tetap eksis dan kita juga harus ke pasar tradisional agar generasi selanjutnya mengetahui seluk beluk pasar tradisional.
    Saya juga suka. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soal nama saya kurang tahu, ya ada warteg jadi bisa kesitu saat lapar. Yang berseliweran itu hanya menawarkan plastik saja. Soal habis terbakar katanya uda direnovasi cuma sayakan kurang bisa melihat jadi kurang tahu. Ya makasi, amin. Oh suka, apa alasannya?

      Delete
    2. Oh, iya deh. wkwk. :D
      Saya suka ke pasar karena harganya lebih murah, tentu. :D

      Delete
    3. oh gitu makasi mba infonya... mohon maafkan saya

      Delete
    4. Terima kasih kembali, mbak. :)

      Delete
  5. Kalau mati sih semoga jangan, karena rata2 orang masih menengah ke bawah, dan pasar tradisonal tempat yg tepat :)

    @umimarfa

    ReplyDelete
  6. Iya, ciri yang nggak bakal bisa ditemukan di pasar jenis lain ya tawar menawarnya. Kalo nggak dikasih pura-pura pergi biar dipanggil lagi =D

    @kening_lebar

    ReplyDelete
  7. Suka ke pasar itu karena harganya murah, sayuran, buah-buahan dan dagingnya masih segar, jajannya banyak. Betah kalau diajak ke pasar sama Mama :)

    @gemaulani

    ReplyDelete
  8. Berarti tugas kita para Buibu buat tetap menghidupkan pasar tradisional di tengah pesatnya perkembangan pasar modern sekarang ini. Nggak muluk-muluk, dengan cara rutin berbelanja di sana, mungkin sudah cukup membantu. :)

    ReplyDelete
  9. Pasar tradisional lebih lengkap terutama yg menjual kebutuhan pokok. Kalau departement store rata2 menjual makanan olahan instant

    @siethi_nurjanah

    ReplyDelete
  10. Selama masyarakat masih membuthkan kebutuhan pokok rasanya pasar tradisonal nggak akan ada matinya deh
    tinggal lagi bagaimana menata pasar agar lebih rapi dan tdk ditinggalkan pelanggan

    ReplyDelete
  11. kekhasan pasar tradisional emang terletak pada harga dan interaksinya,,
    semoga aja bisa bertahan di tengah gempuran jaman :D
    @aleksdejavu

    ReplyDelete
  12. iya, khasnya di pasar itu tawar menawar. :)

    ReplyDelete
  13. memang sih di pasar lebih murah daripada di pasar. tapi kadang waktu ga memungkinkan untuk ke pasar. tapi jika kondisi mengharuskan ke pasar, ibu-ibu akan ke pasar juga. :)

    @f_nugroho

    ReplyDelete
  14. Setelah cisalak ngalamin kebakaran, berarti kmd di perbaiki kan mbak?

    @ririekayan

    ReplyDelete

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...