Tuesday, January 19, 2016

Nostalgia SMA Saya

Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah masa-masa terindah, itulah kata orang.

2001, Saya mengawali menginjakkan kaki di SMAN 58 waktu itu saya melihat gedungnya begitu tua dengan banyak pohon beringin yang sekilas tampak menyeramkan namun itu tidaklah membuat saya takut karena tujuan saya adalah belajar, setelah senang mendapatkan pengumuman setelah melakukan ujian masuk di SLTP I PB Sudirman.

Ya, saya senang karena masuk ke salah satu SMA negeri unggulan di Jakarta, yang waktu itu masuk empat besar, pertama SMA 8, SMA 39, SMA 99 lalu SMA 58. Saya masuk dengan nilai NEM pas-pasan yakni 37.

Saat di tempat beli baju seragam, saya senang karena mama memberlikan baju panjang karena ingin menggunakan kerudung.

Sebelum masuk sekolah, ada masa orientasi sekolah. Disitu, yang saya ingat dulu, saya menyaksikan organisasi-organisasi ekstrakurikuler. Saya tertarik saat Paskibra karena ingin teriak teriak supaya bisa teriak karena ada masalah.

Saya masuk di kelas 1-8. Setiap ada mata pelajaran seperti Kimia, Matematika saya sering kedepan untuk mengerjakan soal yang ada di depan papan tulis. Saya begitu menyenangi pelajaran tersebut, nilai ujian saya ya 10, 9, 8. Walau di raport tidak dapat juara kelas hehe jadi malu.

Saya tu dulu jahil, narikin kerudung temen hehehe, tapi ga sampai lepas kok, sampai-sampai orangnya cerita dia ngomel-ngomel “Tyas jangan tarik kerudung gue”, eh saat nengok ternyata nyangkut di paku, ahahahaa.

Saya ikut latihan baris berbaris, sering melakukan pengebetan bendera. Sampai suatu hari, itu adalah saat dimana saya tersenyum. Saya mengebet bendera sampai berbunyi prak dan semua orang secara bersamaan “Wuuh”. Saya langsung berteriak “Bendera siap”.

Kalau saya dan yang lain melakukan kesalahan saat melakukan upacara bendera, dihukum, yang perempuan skot jump/suatu hukuman.

Saya ikut perlombaan paskibra, namun seringkali saya bersedih karena sering menjadi cadangan. Namun, saya sempat senang ketika bisa jadi barisan ketika lomba di SMA mana itu ya, ha saya lupa.
Setiap hari apa gitu, saya mengikuti pengajian yang diselenggarakan oleh organisasi Rohis.

Di tahun itu juga, ada seorang sahabat saya di kelas lain yang namanya dirahasiakan ya sebut saja n, dia berkata “Yas, lihat tu, ada cowo cakep namanya m” (nama m disamarkan), “Gue salamin ya”. Setiap bertemu N, “Gue salamin ke dia ya”.

Lambat laun saya suka sama si M, apalagi dia tinggi, putih, supel lagi. Rasa suka ini timbul hingga kelas dua SMA. Saya menitipkan salam melalui teman saya yang lain.

Saya juga pernah berani menelepon ke rumahnya. Ha malu.

Namun, saya kecewa karena mendengar kabar kalau dia ditembak sama seorang wanita yang cantik. Jadi ya sudah. Yaah, udah gitu, saya ketika mau naik angkot ketika ingin pulang, saya berpapasan dengan wanita yang sudah jadi pacarnya si M. ia berkata, “Cih, yang kaya gini yang jadi saingan gue? Kaga level.”.  Sayang sekali, cantik tapi sombong.

Tidak lama setelah itu, ada seseorang menembak saya. Yah daripada menganggur, jadi saya terima. Kami menjalin hubungan hingga lulus SMU.

Saya mengikuti pemilihan ketua Rohis untuk angkatan saya, dan ketika saya melihat raport, saya terkejut kalau ternyata dianggap jadi bagian rohis, hehe.

Kepala saya mulai sering pusing, kata saudara saya yang dokter disuruh pakai kacamata. Dan ceklah saya ke optik.

Sebelum naik kelas tiga, saya melakukan psikotes untuk menentukan jurusan mau ambil IPA (Ilmu pengetahuan alam) atau IPS (Ilmu pengetahuan sosial). Setelah itu, saya diminta juga menuliskan serta ditanya kenapa menginginkan jurusan itu.

Naik kelas tiga, saya bingung karena waktu itu kenapa dimasukkan ke kelas pavorit. Saya merasa tidak pintar. Isi kelas ini semuanya adalah juara kelas dari kelas satu sampai kelas tiga, ada juga juara umum se apa gitu yah. Sedangkan saya tidaklah pintar, bahkan nilai saya sempat hancur karena ada masalah. Namun, beberapa teman saya mengatakan kalau diri ini pintar. Saya pernah maju untuk menyelesaikan soal Kimia apa ya kalo ga salah, dan saya bisa.

Kebingungan itu bertambah saat saya mau ikut pelantikan Rohis karena kalau belum ikut pelantikannya dan penggembelengan di Jambore belum sah, namun karena keterbatasan orang dalam Paskibra yang hanya sejumlah 17 orang, saya memilih mengisi pos agama dan mendampingi mereka. Disaat yang lain pada ngebentak, saya ga tega, hehe.

Tambah bingung lagi, karena saya sempat direkomendasikan menjadi ketua Paskibra, namun karena suatu hal, akhirnya saya menjadi ketua koordinator. Yah asik juga sih, memberikan pengumuman yang suara saya bergema satu sekolah hehe apa coba.

Tambah bingung lagi karena ada seorang wanita yang dulu dicintai pacar saya meminta izin supaya boleh jadi pacarnya pacar saya jadi pacaran dua orang gitu, namun tidak saya kasih. 

Saya juga diajak selingkuh sama seseorang, namun tidak saya jawab karena keburu ditarik sama sahabat saya, terus terang saya tidak mau.

Tambah bingung lagi karena tiba-tiba muncul gossip yang tidak-tidak tentang saya dan pacar, saya dituduh suap-suapan di kantin, melakukan ini itu. 

Padahal, itu tidak pernah, yang ada saya berjalan biasa tidak bergandeng tangan, sering membawakan dia makan pagi di tempat makan karena tidak ada yang memasak. Karena itu, sampai-sampai kami dipanggil ke ruang BP. 

Syukurnya guru BP saya baik, tidak galak, dan menyarankan untuk menjauh, dan tidak berduaan. 

Cuma, guru BP dia galak, saya takut waktu itu lihat mimiknya dan suaranya yang gitu.

Jadi, kami ketemu di jalan raya besar agak jauh dari lingkungan sekolah.

Dari situ saya memahami ternyata pacaran bisa menimbulkan fitnah ya….

Namun, saya senang karena sempat ikut acara yang diadakan oleh organisasi rohis di puncak. Disana, kami bernyanyi “Membumbung tinggiii harapan bumii…membakar gedung dan rumah kamiiiii….para syuhada mengalir suburkan bumi….tiada kata lagiiii….kami harus kembaliii”.

Saya bersyukur bisa lulus dari SMAN 58. Dan beberapa saat yang lalu ada orang yang menyambung silaturahmi di facebook sehingga saya masuk ke grup BBM alumni SMUN 58 kelas 1-8, walau hanya beberapa orang.

Saya harap bisa bersilaturahmi lagi dengan kawan-kawan alumni SMU 58 beserta adik-adik kelas.


Sekian tulisan saya untuk lomba yang informasinya ada di http://www.arinamabruroh.com/2016/01/giveaway-nostalgia-putih-abu.html?m=0.  

12 comments:

  1. masa SMA memang paling banyak deh nostalgia nya

    ReplyDelete
  2. amiin, semoga silaturahimnya bisa terjaga en sukses GA nya ^^

    ReplyDelete
  3. Wah ceritanya pengalaman SMA bagus mbak, klo di pikir - pikir seruan SMA ketimbang kuliah, g tau knp bnyak momennya klo SMA tuh,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi. oh gitu, itu karena fase perkembangan psikologi yang seru tu di saat remaja yakni saat cari cinta dan jati diri.

      Delete
  4. Emang masa SMA diwarnai ragam suka duka yang tiada terlupakana ya mbak, sukses untuk kontesnya :)

    ReplyDelete
  5. MasyaAllah... waktu SMA sudah kenal lagu heroik itu..

    saya baru dengar waktu kuliah tahun2005 itupun karena nyemplung di kos2an muslimah ^^

    Mba Tya aktivis banget ih.. hihi

    Makasih banyak ya Mba, sudah meluangkan waktu untuk ikut GA saya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh gitu
      kembali,.makasi juga mba sudah menyediakan waktu buat manpir dan komentar,.sungguh kehormatan bagi saya

      Delete

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...