Thursday, May 8, 2014

Cintaku kepada semua



Aku cinta sama diriku, sama semuanya baik cinta sama Tuhan, cinta kepada sesama manusia, dan cinta kepada alam. Cinta kepada Tuhan aku wujudkan dengan berdoa, dan beribadah kepada Tuhan, serta mencintai makhluk-makhlukNya. 

Cinta kepada manusia aku wujudkan melalui perkataan maupun perilakuku. Perkataan cinta seperti bilang sayang, cinta ataupun sekedar sapaan biasa seperti “Hai”. Kalau perilaku cinta seperti menulis ini, menulis di blog ini, menulis di blog aku yang lain, menulis di blog orang, dan menulis di website orang, menegur, mengkritisi, bersikap ramah, perduli sama siapa saja, merasakan berada dalam posisi orang lain yang sedang berada dalam masalah, mendengarkan curahan hati, memperlakukan semua manusia sederajat baik itu berbeda dari segi fisik, mental, penampilan, pola pikir ataupun berbeda karena latar belakang (agama, budaya, ras, bangsa, suku, pendidikan, kemampuan baik kondisi perekonomian, daya tangkap, dan lain sebagainya) dan wujud cintaku yang lain kepada sesama manusia adalah membantu apapun yang dibisa misalnya membantu memberkan penjelasan apabila ada yang bertanya, memberikan sedikit uang untuk disumbangkan, mencarikan informasi bagi yang sedang mencari misalnya lowongan pekerjaan, mengirimkan doa melalui media apa saja, dan termasuk dengan menjalankan proyek hati secara gratis untuk memperomosikan kegiatan komunitas, kelompok, organisasi dan industri yang sudah dari dahulu saya lakukan sebagai wujud dari komitmen cinta atau disebut juga dengan kesetiaan atau loyalitas.

Berbeda lagi dengan cinta berbentuk komitmen kepada lawan jenis untuk pasangan hidup baik sementara yang disebut dengan pacar ataupun seumur hidup yang disebut dengan suami. Aku berjanji akan memberikan cintaku kepadanya setelah cintaku kepada Tuhan. Bukan hanya itu saja, aku akan menjaga nama baik dan nama buruknya baik karena sesuatu yang telah terjadi di masa lalu dia, di masa kini saat aku menjadi cintanya dan di masa yang akan datang hingga kematian menjemput salah satu dari kami untuk kembali kepada cinta abadi yakni cinta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Terkadang, manusia itu saat dicintai malah menyakiti seperti mengacuhkan, mengkhianati cinta, mengkhianati kepercayaan, merendahkan dan direndahkan, menjaga jarak, di buang atau membuang, membatasi karena merasa dirinya paling pintar, merasa paling benar dan patut dipersalahkan sehingga membuat bingung atau bahasa gaulnya adalah ngegalau. 

Namun, meskipun begitu, meskipun aku dijahati dan sempat merasa marah, sedih, takut dan sakit hati, aku tetap cinta sama mereka, aku tetap baik sama mereka, aku tetep membantu mereka, aku sudah memaafkan mereka, aku tetap menyayangi mereka, aku tetap melindungi mereka, aku tetap memperhatikan mereka, mungkin atau malah pasti banyak orang seperti ini baik di Indonesia maupun di negara lain.

Sedangkan wujud kecintaanku sama makluk Tuhan berupa makhluk hidup seperti salah satu hewan yang dikenal sebagai kucing adalah memberikan makanan, mengelusnya apabila kucing itu bisa dielus, memangkunya apabila ia mau dipangku atau datang sendiri sambil bergelayut mesra di pangkuanku. Bahkan, pernah ada seekor anak kucing berteriak meong sambil bergerak kesana kemari seperti orang yang sedang gelisah namun aku tetap tersenyum karena lucu bukan main sih, udah begitu, ini kucing malah bergelayut sebentar, diam, bahkan tidur di pundak kananku.

Kalau wujud dari kecintaan kepada benda mati aku wujudkan melalui membuang sampah pada tempat sampah.

Aku bersyukur memiliki dan mendapatkan cinta, aku cinta kalian semua. Sekian tulisan aku yang ada di
"Blogpost ini diikutsertakan dalam Lomba Blog CIMONERS”

www.cintamonemental.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...