Tuesday, April 1, 2014

Mengenal TB (2)

Kita telah memperingati hari Tuberkulosis (TB) pada tanggal 24 Maret 2014 yang lalu. Hari yang cukup memprihatinkan bagi kesehatan di dunia, khususnya di Indonesia. 

Di Indonesia, Kementrian kesehatan Republik Indonesia mencatat ada sebanyak 185 dari 100 ribu penduduk terkena TB, sekalipun sebetulnya sudah mengalamai penurunan sekitar 49% dari 35 per 100 ribu penduduk. Setiap tahunnya, terdapat 730.000 kasus tuberkulosis yang terjadi dari tahun 1990 hingga tahun 2012.

Jumlah kasus baru BTA+ yang ditemukan pada tahun 2012 sebanyak 202.301 kasus. Jumlah tersebut sedikit lebih rendah bila dibandingkan kasus baru BTA+ yang ditemukan tahun 2011 yang sebesar 197.797 kasus.

Jumlah kasus tertinggi yang dilaporkan terdapat di provinsi dengan jumlah penduduk yang tinggi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kasus baru di tiga provinsi tersebut sekitar 40% dari jumlah seluruh kasus baru di Indonesia.

Menurut jenis kelamin, kasus BTA+ pada laki-laki hampir 1,5 kali dibandingkan kasus BTA+ pada wanita. Sebesar 59,4% kasus BTA+ yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki dan 40,6% kasus berjenis kelamin perempuan. 

Seluruh kasus di 33 provinsi di Indonesia lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan. Disparitas paling tinggi antara laki-laki dan perempuan terjadi di Aceh, kasus pada laki-laki hampir 3/2 dari kasus perempuan, yaitu 66,1% penderita laki-laki dan 33,9%-nya merupakan penderita perempuan.

Menurut kelompok umur, kasus baru yang ditemukan paling banyak pada kelompok umur 25-34 tahun yaitu sebesar 21,72% diikuti kelompok umur 35-44 tahun sebesar 19,38% dan pada kelompok umur 45-54 tahun sebesar 19,26%. Proporsi kasus baru BTA+ menurut kelompok umur dapat dilihat pada Gambar 3.14.

Kasus baru BTA+ kelompok umur 0-14 tahun merupakan proporsi yang paling rendah. Dari gambar di atas terlihat bahwa kasus tuberkulosis rata-rata terjadi pada orang dewasa. Pada seluruh kelompok umur tersebut penderita laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan, kecuali pada kelompok umur 0-14 tahun penderita perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki.
Berikut adalah gambar diagram dan grafik dari kasus TB



Tetap saja kan? Selagi TB belum dihilangkan, maka akan ada saja penderita saluran pernapasan yang terinfeksi oleh mikrobakterium tuberkulosis.

Penderita TB, akan mengalami yang namanya demam yang terkadang adanya perasaan menggigil, berkeringat saat malam hari, nafsu makan dan berat badan yang menurun selama beberapa bulan terakhir, serta sering mengeluh cepat merasa kelelahan, penderita juga mengalami batuk berdahak yang berlangsung sekitar dua hingga tiga minggu. "Penderita TB juga merasakan suatu perasaan nyeri di dada dan batu berdarah", ujar ketua umum perhimpunan dokter paru Indonesia yang bernama Arifin Nawas pada saat acara SOHO #BetterU:Hari Tuberkulosis sedunia pada hari Rabu tanggal 19 Maret di Jakarta. Penderita juga bisa beresiko meninggal dunia dalam waktu dua tahun.

TB dapat menyerang siapa saja, kemungkinan besar terjadi pada anak dengan usia di bawah lima tahun, adanya kontak dengan pasien yang menderita imunokompromais (sistem imun yang menurun) khususnya penderita HIV dan adanya kontak dengan pasien TB multi drug resistant yang sudah sangat poyen rifampisin dan isoniazid.

Beban penyakit yang disebabkan oleh tuberkulosis dapat diukur dengan insiden (didefinisikan sebagai jumlah kasus baru dan kasus kambuhyang muncul dalam periode waktu tertentu, biasanya dinyatakan dalam satu tahun), prevalensi (didefinisikan sebagai jumlah kasus pada suatu titik waktu tertentu) dan mortalitas/kematian (didefinisikan sebagai jumlah kematian dalam jangka waktu tertentu).

Untuk itu, menurut hasil penelitian, TB dapat diturunkan efektivitas terapi pengobatan dengan menggunakan kombinasi ektrak mengkudu dan jahe merah . Penelitian ini dilakukan dengan responden 100 pasien yang sebagian besar berusia kurang dari 31 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan tidak merokok. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, yang satu adalah kelompok pengguna terapi OAT dengan kombinasi ekstrak mengkudu dan jahe merah dan yang satunya lagi adalah kelompok pengguna terapi OAT dengan plasebo.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwasannya dalam wantu kurang atau sama dengan enak minggu, kelompok pertama mengalami konversi, yakni terdapat perubahan pada basil tahan asam (BTA) positif ke negatif lebih cepat dibandingkan dengan kelompok yang satunya. Percepatan konversi ini dapat mengurangi penularan TB.

Daftar pustaka :
Susilawati, Desy. (2014). Leisure Suplemen Republika, Selasa, 1 April 2014 halaman 7.
<a href="http://blog.tbindonesia.or.id"><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-IkDXdqvH8E4/UzGFkEnG95I/AAAAAAAANT4/10OrL-uKOlg/s280/banner%2520lomba.png"></a> <p>"></a> <p> - See more at: http://journalindahjuli.com/lomba-blog-tb/#sthash.W5blyF78.dpuf
<a href="http://blog.tbindonesia.or.id"><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-IkDXdqvH8E4/UzGFkEnG95I/AAAAAAAANT4/10OrL-uKOlg/s280/banner%2520lomba.png"></a> <p>"></a> <p> - See more at: http://journalindahjuli.com/lomba-blog-tb/comment-page-1/#comment-19185<a href="http://blog.tbindonesia.or.id"><imgscr="https://lh4.googleusercontent.com/ - IkDXdqvH8E4/UzGFkEnG95I/AAAAAAAANT4/10OrL-uKOlg/s280/banner%2520lomba.png"></a> <p>"></a> <p>

http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&pg=ProfilKesehatan_Nasional
<a href="http://blog.tbindonesia.or.id"><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-IkDXdqvH8E4/UzGFkEnG95I/AAAAAAAANT4/10OrL-uKOlg/s280/banner%2520lomba.png"></a> <p>"></a> <p> - See more at: http://journalindahjuli.com/lomba-blog-tb/#sthash.W5blyF78.dpuf

No comments:

Post a Comment

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...