Monday, June 1, 2015

Review Faktor Pengotor Hati Dan Kiat Membersihkannya

Halo pembaca setia blogku, sudah berganti bulan ni. Saatnya mereview buku yang jadi targetku minimal satu setiap satu bulan. Kali ini aku hendak mereview yang akan aku setor ni salah satunya ke http://yukmembacabukuislami.blogspot.com/2014/12/islamic-reading-challenge-isrc-2015.html.

Buku yang aku review kali ini berjudul Faktor Pengotor Hati Dan Kiat Membersihkannya. Buku ini cetakan pertamanya dikeluarkan pada bulan April tahun 2012 yang ditulis oleh Bapak Abdullah Gymnastiar dan diterbitkan oleh SMS Tauhid. Buku ini dapat didownload dalam versi PDFnya di www.smstauhiid.com/e-book-faktor-faktor-pengotor-hati/.

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy Syams [91]: 9-10).

Rasulullah Saw bersabda, “Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati.” (HR.Bukhari Muslim).

“(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. Asy Syu’araa [26]: 88-89).

Suatu ketika, Rasulullah SAW berkata “Tak lama lagi, seorang calon penghuni surge akan datang kemari” seperti yang riwiyatkan oleh oleh Ahmad dan An Nasa’i, Anas bin Malik. Karena beberapa kali Rasulullah berkata hal yang sama, hal ini membuat penasaran dilihatlah ibadahnya. Tidak ada yang istimewa dari ibadahnya.

Hingga suatu hari, Abdullah pun berterus terang kepada pria itu tentang maksud dan tujuannya tinggal dan bermalam di rumahnya. “Apakah yang engkau perbuat sehingga Nabi Saw menyebut engkau sebagai seorang calon penghuni surga?” tanya Abdullah. Namun, pria itu hanya menjawab, “Apa yang engkau lihat, itulah yang aku lakukan.”.

Pria itu menjawab, “Demi Allah, amalku tidak lebih daripada apa yang engkau saksikan itu. Hanya saja aku tidak pernah menyimpan pada diriku niat yang buruk (prasangka buruk) terhadap kaum Muslimin, dan aku tidak pernah menyimpan rasa dengki kepada mereka atas kebaikan yang diberikan Allah kepada mereka.”.

Terdapat beberapa faktor utama pengotor hati yakni :
  • 1.    Cinta dunia

Anggapan berlebihan dunia dengan berpandangan bahwa kebahagiaan datang dari kepemilikan atas benda. Jika memiliki itu kita menjadi lebih banyak sombongnya, lebih sering ingin dipuji oleh orang, sering merasa gelisah karena takut dicuri, datang secara semnbunyi-sembunyi karena malu atau minder terlihat mengendarai, ingin diketahui orang tentang gelar, pengeluaran lebih besar daripada sedekah maka waspadalah karena itulah pertanda sibuk atau cinta dunia.

  • 2.    Hawa nafsu

Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya perkara yang paling aku takuti terhadap kalian adalah menuruti hawa nafsu dan panjang angan. Adapun menuruti hawa nafsu dapat menghalangi dari kebenaran. Sedangkan panjang angan artinya sama dengan mencintai dunia.” (HR. Ibnu Abi Ad Dunya).

Hawa nafsu bisa berupa pandangan mata didorong oleh bisikan hawa nafsu terhadap lawan jenis padahal Islam memiliki aturan mulia yang mengatur interaksi sesama manusia, tidak memelihara pendengaran dengan merusaknya melalui lagu yang harus pintar-pintar untuk dipilih, carilah hiburan yang menimbulkan rasa rileks dan tenang.

Selain lagu-lagu, ada banyak hal yang bisa merusak hati yang datang dari pendengaran yakni omongan-omongan yang berisi keburukan orang, ghibah atau fitnah.

Rasulullah Saw. bersabda, “Kita baru kembali dari sebuah peperangan kecil untuk memasuki peperangan yang lebih besar.” Sahabat bertanya, “Peperangan apakah itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Peperangan melawan hawa nafsu.” (HR. Baihaqi).

Adapun terdapat tips untuk menjaga kebersihan hati, yakni
  •  Jangan sibuk dengan penilaian orang


Sibuk dengan penilaian orang biasanya membuat orang bersikap pura-pura karena ingin mendapatkan pujian dan perlakukan spesial.

  • Tidak perlu juga repot ketika menghadapi sikap orang yang menghina dan menjelek-jelekkan kita.


Rasulullah SAW menghadapi hinaan dari penduduk Thaif, beliau dilempari batu oleh mereka sambil dimaki dan dihina. Ini ada di dalam QS Al-A’raf ayat 66. Ketika itu, malaikat Jibril AS menawarkan untuk menimpakan dua gunung kepada penduduk Thaif yang telah berbuat dzalim kepada beliau. Namun dengan air mata berlinang, Rasulullah Saw berkata, “Jangan! Mereka melakukan hal ini hanya karena tidak tahu siapa sesungguhnya aku. Mudah-mudahan di hari nanti anak-cucu mereka menerima da’wahku.”
  •  Hindari obrolan yang tidak perlu


  •     Mujahadah

Tidak terbiasa berpikir miring setiap melihat suatu peristiwa, tidak menggerutu di dalam hati karena kesal pada bacaan imam yang panjang, tidak iseng bertanya dengan unsur ejekan dan menganggapnya sebagai hal yang biasa sehingga akan semakin mengotori hati.
  •   Bersikap wara’

Wara’ adalah berhati-hati terhadap urusan duniawi. Ciri-ciri dasar orang-orang yang bersikap wara’ adalah kehatihatian mereka yang luar biasa untuk tidak mendekati sesuatu yang syubhat (samar-samar termasuk membicarakan hal-hal yang kebenarannya masih samar) yang bisa menyeret dirinya pada hal yang haram.
  •   Evaluasi diri



Kekurangan : lagu tidak semua jelek kok, bisa dimanfaatkan tergantung kondisi dan kesukaan.
Kelebihan :
ada ilustrasinya, misalnya :
Apabila sedang berbincang dengan seseorang, Rasulullah Saw senantiasa memusatkan perhatiannya kepada orang yang sedang berbicara kepadanya. Inilah seni ngobrol yang paling bagus. Jika ada yang berbicara kepada Rasulullah Saw, beliau pasti mengarahkan perhatian, pandangan dan pendengaran kepadanya dengan seksama. Sedangkan kita, tidak jarang kita menghadapi lawan bicara dengan mengarahkan pandangan ke arah lain, atau perhatian sibuk kepada layar handphone. Sering juga kita melayani lawan bicara sambil perhatian fokus ke televisi atau ke koran.

6 comments:

  1. thanks review bukunya. ditunggu kumbalnya di blog ana gan. :)

    ReplyDelete
  2. Terima kasih untuk tips yang dibagikan, semoga saja aku bisa menerapkan semuanya dan terhindar dari faktor pengotor hati.

    ReplyDelete

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...