Tuesday, October 3, 2017

Keberagaman dan review IndependenId

Keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia merupakan aset berharga bagi komunitas dan bagi negara kita tercinta, Indonesia.

Dalam sebuah komunitas, terdiri dari manusia yang beragam, sekalipun itu adalah komunitas tunanetra tetap saja orangorang di dalamnya beragam.

Beragam ini bisa dia unanetra low vision, bisa tunanetra total, bisa tunanetra sebelah mata kalau dilihat dari fungsi mata. Keberagaman bisa juga dari pendapat yang berbeda-beda, perilaku yang berbeda, dan juga kecerdasan yang beragam.

Terkadang, malah di dalam komunitas tunanetra, seperti salah satu komunitasnya yang bernama komunitas tunanetra nasional, terdapat orang non disabilitas, dan ada penyandang disabilitas lainnya.

Meskipun begitu, keberagaman tidak menimbulkan khuru-hara karena semua saling menghormati, saling menghargai, menerima apa adanya, serta mendapatkan perlakuan yang sama karena pada dasarnya semua mendapatkan hak yang sama.

Salah satu anggota komunitass tunanetra nasional adalah seorang penyandang schizophrenia. Penyandang ini masuk ke dalam disabilitas mental yang dalam penanganannya arus hati-hati, tidak boleh diusir, tidak boleh di blokir, tidak boleh mendapat peilaku bully.

Penyandang disabilitas adalah salah satu disabilitas yang juga termasuk dalm kaum yang termarginalkan, terdiskriminasi, dan mendapatkan stigma.

Adapun stigma yang didapat adalah kalau mereka tidak bisa ekerja, tidak bisa sekolah, tidak bisa mandiri, dan harus tergantung pada obat-obatan psikotropika.

Dulu saya pernah mendampingi Y yang terdiagnosa schizohrenia setelah melalui proses yang panjang seperti psikotes oleh psikolog dan pemeriksaan EEG yang dilakukan oleh psikiater ke rumah sakit dan mendapati proses diagnosanya seperrti itu.

Y juga pernah saya dapmpingi ketika dia meminta ditemani saat mengajar di sekolah di dekat rumahnya, pihak sekolah diberitahukanoleh dia mengenai kondisinya yang disabilitas mental, sekolahnya menerima dia apa adanya dan mempercayakan kepadanya untuk mengajar anak kecil, ketika itu dia mengajar anak kecil itu seperti layaknya orang non disabilitas mental.

Y pernah memunculkan perilakunya yang disabilitas mental, syukurnya saya bisa membuatnya sadar, itu cuma sekali.

Karena ingin membantu Y lebih banyak lagi, saya tadinya mau belajar mendalam mengenai ini.

Selain Y, masih ada penyandang disabilitas mental schizophrenia di Indonesia. Kita ambil satu kasus di Bali dimana saya ambil http://independen.id/read/khusus/496/nasib-orang-dengan-gangguan-jiwa-di-bali/ yang membaas mengenai bagaimana nasib orang dengan gangguan jiwa di Bali.

Disana, mereka kurang bisa berobat karena obat psikotropika tidak tercover oleh BPJS dan tidak semua mendapatkan BPJS.


Oleh sebab itu, komunitas perduli schizophrenia membangun rumah berdaya untuk memberdayakan mereka yang disabilitas mental dengan menghasilkan karya seperti dupa, sabun, membuat lukisan dan kerajinan tangan.

Bahkan lukisan mereka diakui dan masuk ke New National Gallery Berlin (sumber : https://balebengong.id/berita-utama/dukungan-untuk-odgj.html). Wow!

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ erhitung sejak Januari hingga Maret 2017, pengobatan warga Rumah Berdaya yang belum memiliki KIS ditanggung sebagiannya.

Selain rumah berdaya juga berdiri komunitas kopi kental (komunitas perduli kesehatan mental). Komunitas ini menangani penyandang schizophrenia khususnya yang terpasung.

Kapankah Indonesia bebas pasung? Baca yuk ulasan dialog khusus pada tulisan saya di http://hatiputih.blogdetik.com/2016/11/01/ulasan-dialog-khusus-27-oktober.

Siapa llagikah yang perduli sama penyandang disabilitas, dalam acara Michel Chandra Luar biasa yang saya tulis di http://hatiputih.blogdetik.com/2016/10/26/review-yayasan-galuh-di-michel-chandra-luar-biasa ada sebuah yayasan, apa itu? Yuk baca disana.

Yup segitu dulu ulasan mengenai penyandang disabilitas mental.

Saya jadi ingat, waktu datang ke job fair disabilitas, berkenalan dengan penyandang disabilitas tuna daksa yang katanya tidak punya ajri dan berjualan batik.

Bicara mengenai batik, di http://independen.id/read/agenda/70/gelar-batik-nusantara-2017/ ada informasi mengenai gelar batik nusantara 2017.

Acara gelar batik nusantara 2017 ini GRATIS! Apa saja informasi mengenai ini? Yuk baca dibawah!

Adapun, detail acaranya :

TALKSHOW

Peningkatan Kulaitas Warna Alam (8 Juni 2017)

Trend Forecasting (9 Juni 2017)

Batik Warna Alam Menembus Pasar Global (9 Juni 2017)

Program IKKON Bekraf (9 Juni 2017)

Keanekaragaman Warna Alam (10 Juni 2017)

WORKSHOP

Workshop Batik oleh Museum Tekstikl & Balai Besar Kerajinan dan Batik (7 – 11 Juni 2017)

MUSIC PERFORMANCE

Alunada Ensemble (7 Juni 2017)

Tangklung (Mitra Seni Indonesia) (9 Juni 2017)

Putra Putri Batik Nusantara (11 Juni 2017)

Permainan Lagu dan Angka (11 Juni 2017)

Info dan kontak:

Twitter: @gbn2017

Instagram: @gelarbatiknusantara

Website: gelarbatiknusantara2017.com

No comments:

Post a Comment

Alamat Website

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...